Eko-Terorisme

Eko-Terorisme : Aksi Anarki Cinta Lingkungan

By

Beberapa tahun terakhir, kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia semakin merajalela. Beberapa waktu lalu Indonesia terkena bencana kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan. Bukan hanya Indonesia, Hutan Hujan Amazon juga terkena dampak iklim panas sehingga terjadi kebakaran hebat disana. Kali ini Australia harus bernasib sama.

Baca Juga : Teroris Asap dari Sumatera hingga Malaysia dan Singapura

Apakah ini termasuk terorisme lingkungan? Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), terorisme adalaj penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan. Adakah hubungannya antara terorisme dengan lingkungan? Ada istilah yang sudah lama yaitu Eko-Terorisme.

Jennifer Horton menjelaskan dalam tulisannya “How Eco Terrorism Works” bahwa aksi ecotage (gabungan antara kata “eco” dengan “sabotage” adalah aksi anarkis dengan menyerang kelompok atau perusahaan atau barang-barang yang mengancam lingkungan dan binatang. Eco-terrorists atau “ecoteurs” mengaku menghargai semua kehidupan, sehingga mereka tidak menyerang untuk membunuh (individu atau orang). Mereka menggunakan taktik menakut-nakuti seperti pembakaran untuk menghalangi musuh-musuh mereka.

Ini merupakan bentuk perlawanan yang dilakukan oleh para environmentalist atau pecinta lingkungan dan binatang. Mereka meyakini bahwa musuh-musuh mereka telah mengeksploitaisi sumber daya alam yang tidak peduli akan kibat yang menimpa ekosistemnya. Hal ini termasuk radikal dan ekstrim.

Meski eko-terorisme bertujuan untuk tidak menghilangkan nyawa seseorang, namun aksi ini berdampak pada kerugian. Orang-orang ini melakukan teror mengatasnamakan lingkungan sebagai bentuk cintanya pada lingkungan. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh terorisme agama.

Bagaimana bisa dikatakan cinta jika itu justru menyakiti yang lain? Tindakan ekstrim justru bisa mengakibatkan kejahatan yang lain.

FBI sendiri mencatat bahwa eko-terorisme merupakan sebuah ancaman kelompok teroris domestik nomor satu di Amerika. Salah satu Grup paling terkenal yang terkait dengan eko-terorisme di AS adalah Earth Liberation Front. Mereka pernah membakar pusat penelitian genetik yang sedang dibangun di University of Minnesota, menyebabkan kerusakan hingga $ 630.000. Adapun grup terorisme lingkungan di Inggris yaitu Animal Liberation Front dan SHAC (Stop Huntingdon Animal Cruelty). ALF pernah menyerang pabrik pengolahan daging ikan paus dan perusakan toko dari bulu binatang.

Beberapa aksi teroris lingkungan ini adalah menyebarkan paku di jalanan, melumpuhkan kendaraan, merusak rumah-rumah dan mengirimkan limbah atau hewan mati ke kantor perusahaan. Sejak tahun 1976, mereka telah melakukan lebih dari 1.100 tindakan teroris dan menyebabkan lebih dari $ 110 juta kerusakan.

Belakangan, muncul berita dan mengabarkan bahwa telah ditangkap pelaku-pelaku yang dengan sengaja membakar hutan-hutan di Australia. Netizen ada yang berasumsi bahwa ini tindakan para eko-terror padahal polisi belum memberikan klarifikasinya.

Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga serta merawat lingkungan. Daripada kita harus melawan para perusak lingkungan, lebih baik kita melestarikan alam dan mendukung penegakan hukum dengan undang-undang atau aturan yang berlaku. Eko-terorisme atau terorisme dalam bentuk apapun tidak pernah menyelesaikan masalah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

10 + twenty =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like