Super Junior Datangi Indonesia Januari Mendatang

By

Belum genap 7 bulan Super Junior (Suju) datang ke Indonesia pada 14 Juni lalu. ELF (fans official Super Junior) akan kembali menyambut boyband kesayangannya tersebut. Konser akan diadakan di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD, Serpong, Tangerang pada 11 Januari mendatang. Ini merupakan rangkaian world tour yang diberi nama Super Show 8.

Sebelum konser Super Show 8, Suju telah beberapa kali datang ke Indonesia. Tahun 2012 merupakan tahun pertama Leeteuk dan kawan-kawan adakan konser pertama kali. Super Show 4 tersebut diadakan di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol.

Kesuksesan Super Show 4 di Indonesia, membuat boyband besutan SM Entertaiment tersebut kembali mengadakan konser di Indonesia. Siwon, Ryeowook, Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun, Sungmin, Shindong, dan Kangin datang menghibur ELF pada 1-2 Juni 2013 di MEIS, Ancol.

Dua tahun kemudian, ELF mendatangi ICE BSD, Serpong untuk menyaksikan Super Show 5. Acara megah tersebut diadakan pada 3 Mei 215 dan melalap hingga 19.000 tiket. Dahsyat bukan!

Setelah 4 tahun vakum Super Show, Suju kembali hadir pada Juni 2019 kemarin. Acara kembali diadakan di ICE BSD Serpong. Kali ini, Suju hadir dengan formasi nyaris lengkap. Hanya Kyuhyun yang tidak hadir karena baru selesai wajib militer. Serunya, Rossa juga menjadi pembuka acara menyanyikan beberapa tembang seperti Pudar dan Tegar. Bahkan lagu Tegar, ia bawakan bersama Yesung-Ryeowook.

Sebelum Super Show 7, Suju juga sempat hadir meramaikan penutupan Asian Games 2018. Meski formasi tak lengkap, Suju berhasil membuat GBK menyanyikan lagu Mr Simple dan Sorry Sorry. Banyak penonton penutupan Asian Games hadir dari kalangan ELF.

Tiket yang disediakan oleh promotor tidaklah murah. Harga berkisar pada 900.000 dimana mereka akan berdiri di kelas festival. Harga paling mahal ada di angka 2.800.000 dimana disediakan kursi yang berada tepat dia depan panggung utama.

Celebrity Worship Syndrome VS Korean Wave

Menurut Psychology Today, CWS atau Celebrity Worship Syndrome adalah gangguan kecanduan obsesif di mana seseorang menjadi terlalu terlibat dengan detail kehidupan pribadi dan profesional selebriti. Para psikolog telah menunjukkan bahwa meskipun banyak orang terobsesi dengan film, televisi, olahraga, dan bintang pop, satu-satunya faktor yang umum di antara mereka adalah bahwa mereka semua adalah figur di mata publik.

Ada beberapa klasifikasinya. Secara singkat, diuraikan sebagai berikut :

  • Simple Obsessional biasanya memiliki ciri menguntit secara pribadi. Penderitanya dilatarbelakangi oleh keraguan memiliki hubungan pribadi, rendah diri, merasa tidak berdaya dan tidak aman. Ia merasa bahwa bersama sang selebritis, kekurangannya tersebut terpenuhi.
  • Love Obsessional memiliki ciri menguntit lebih dalam. Ia justru tak akan segan menyerang dan berniat memiliki lebih jauh dengan memiliki hubungan cinta.
  • Erotomanic adalah gangguan dimana mereka merasa bahwa sang selebritis menyukainya. Mereka biasanya mengirimkan sinyal khusus, pesan pribadi bahkan hal-hal yang tidak realistis. Namun mereka justru cenderung menghindari tatap muka langsung sehingga tidak menimbulkan ancaman.
  • Entertaiment Social adalah tingkat kekaguman fans yang disebabkan oleh upaya sang artis menarik perhatian. Ini terjadi paling umum dimana mereka membentuk komunitas untuk membicarakan apa yang dilakukan oleh sang artis. Secara obsesi ini belum berpengaruh buruk, namun akan berhubungan dengan konsumsi sehari-hari, makanan sehat dan citra buruk hingga harga diri rendah.
  • Intens Pribadi merupakan permasalahan dimana fans menganggap bahwa sang Artis merupakan jodohnya. Mereka biasanya memiliki permasalahan insecurities dan tertarik pada penampilan fisik.
  • Borderlines Patologis adalah berkaitan dengan individu yang menampilkan perilaku dan fantasi yang tidak terkendali terkait selebriti. Mereka akan marah, sedih dan bahkan bahagia apapun yang terjadi pada sang artis. Psikolog menganggap ini sebagai dampak yang cukup parah.

Dalam hal ini, korean wave memang nampak sangat mendominasi anak muda. Bukan tidak mungkin syndrome ini terjadi. Apalagi jika mereka melakukan hal-hal negatif hanya karena membela selebritinya. Semoga para penggemar Super Junior gak ada yang sebegitunya ya 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.

one × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like