Ballon D'Or

Ballon D’Or 2019 Jadi Milik Messi (Lagi)

By

Tahun ini Ballon D’Or menjadi milik Lionel Messi. Lelaki berumur 32 tahun tersebut memenangi Ballon D’Or ke-enam sekaligus menjadi pesepakbola yang meraih penghargaan ini paling banyak. Peraihan Messi ini mengalahkan rekor Christiano Ronaldo yang meraih 5 kemenangan. Messi siap jadi pemain paling mahal di dunia.

Dua pemain termahal dunia 2019 diatas Messi, Mbappe dan Neymar tidak masuk daftar pemenang bahkan 5 besar. Sedangkan posisi perak dan perunggu masing-masing ditempati oleh Virgin van Dijk dan Christiano Ronaldo.

Messi dianggap memiliki statistik paling baik dibanding pemain-pemain lainnya tahun ini. Tahun lalu ia sempat turun drastis dibawah Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Cristiano Ronaldo, dan Luka Modric.

Persaingan Messi dan Ronaldo memang ditunggu banyak pihak. Pasalnya, persaingan bukan hanya secara personal namun juga asal klub kedua pemain besar ini. Sampai tahun 2018, Real Madrid dan Barcelona menjadi klub yang paling panen Golden Ball dengan 11 kali menang. Kemenangan Messi membuat Barcelona unggul atas Real Madrid.

Kemenangan Messi memang tak diherankan. Ia telah membawa 34 gelar bagi Barcelona. Meski begitu, pria kelahiran Argentina itu belum mampu membawa negaranya menyandang gelar dunia seperti Piala Dunia atau bahkan sekelas Copa America. Apalagi Barcelona tersingkir dari Liga Champions. Tapi siapa yang tahu tahun 2022 nanti Argentina berhasil dibawa Messi?

Ballon D’Or Capaian Terbesar Pesepakbola?

Ballon D’Or pertama kali dianugerahkan oleh France Football pada 1956. Stanley Matthews merupakan peraih pertama penghargaan ini. Saat itu Stanley menggawangi klub Blackpool FC. Blackpool sendiri saat ini berada di League One Inggris.

Pada 2010-2015, sebuah perjanjian ditekan oleh FIFA (Fédération Internationale de Football Association) bersama France Football. Ballon D’Or kemudian dinobatkan sebagai penghargaan milik FIFA. Meski perjanjian tersebut berakhir 2016, penghargaan ini tetap dianggap paling bergengsi bagi pemain sepak bola.

Bergengsinya Ballon D’Or tidak serta menepis perdebatan pemberian nominasi. Setiap tahunnya, nominasi pemenang ditujukan hanya kepada penyerang bukan pemain tengah apalagi pemain belakang. Padahal, posisi tengah dan belakang juga tak kalah penting menjaga pertahanan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Ballon D’Or dinilai dari statistik pemain paling baik. Artinya, peraihan ini didasarkan pada konsistensi permainan bukan lonjakan tiba-tiba. Ketika kita konsisten, hal tersebut menularkan dampak baik kepada sekitar. Nampaknya ini cukup fair karena lebih baik jogging tapi mencapai tujuan tapi maraton berhenti di tengah bukan?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

fifteen + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like