Returnees

Ideologi Dari Kamp Pengungsian ISIS

By

“Kami akan membunuhmu dengan membantaimu,kami akan membantaimu !” Ucap seorang anak berusia sekitar 8-11 tahun di sebuah kamp pengungsi Al Hol di Suriah Utara kepada Mark Stone, seorang wartawan yang berkunjung ke kamp tersebut. (Video Lihat : Link Ini). Perkataan tersebut muncul dari video yang diunggah oleh kantor berita Sky news di channel Youtube mereka tanggal 10 November 2019. Video dengan judul “to slaughter you’: The children of  Syria’s IS camp” menggambarkan bagaimana kondisi dan keadaan kamp pengungsi Al-Hol.

Mark Stone mengatakan “kami tidak akan disambut baik disini”. Mobil mereka kemudian dilempari batu dalam pengungisan. Salah satu penjaga bersenjata yang mengawal mereka mengatakan bahwa mereka harus berhati-hati di kamp tersebut. Pasalnya kondisi kamp yang berbahaya serta adanya insiden penusukan dan pembunuhan di kamp tersebut.

Mark kemudian menanyakan informasi tentang asal negara para pengungsi di bagian pasar kamp tersebut. Dia berusaha memulai percakapan dengan menayakan asal negara.

Ada seorang perempuan yang berasal dari Australia. Beberapa anak-anak berkata mereka berasal dari Russia, Finlandia dan negara-negara maju lainnya. Namun ada seorang anak yang berkata kepada Mark dan juru kameranya untuk bertaubat daru dosa kita kalau tidak mereka akan membunuhnya dengan membantainya.

Bahkan ketika dia menanyakan ke seorang perempuan perempuan tentang asal negaranya. “Dari mana kau berasal?”

“Daulatul Islam !(Negara Islam/ISIS)” Jawab Perempuan itu.

“Sari mana sebelumnya kau berasal ?” Tanya Mark lagi.

“Daulatul Islam !(Negara Islam/ISIS)” Perempuan itu mengatakan lebih tegas.

Mark pun mencoba menanyakan hal lain, “Apakah kau sudah medengar tentang Al-Baghdadi (kematian Al-Baghdadi)”

“Negara Islam tetap ada ! Negara Islam tetap ada!” Katanya dengan semangat.

Mereka marah setelah mendengar kabar terbunuhnya pemimpin mereka Abu Bakr Al-Baghdadi. Ketika berbicara dengan seorang wanita, Mark mendapatkan jawaban yang cukup radikal dan menunjukan bukti bahwa ideologi ISIS masih tetap hidup di kamp tersebut. “Abu Bakar Al-Baghdadi telah terbunuh, maka aka ada pemimpin baru yang muncul dan jika orang ini terbunuh maka akan muncul yang lainnya !”

“Kau tetap percaya terhadap ideology ISIS ?” tanya Mark.

“Ya, tentu saja. Kenapa harus berubah. Lihatlah kebenaran disini (kamp) kami diperlakukan seperti binatang, seperti anjing.” Perempuan itu nampak panas.

“ISIS memotong kepala orang dan membakar orang hidup-hidup ?” Mark tanya.

“Itu ada dalam Qur’an ok..”

Radikalisasi telah terjadi sepanjang waktu dan secara instensif di kamp ini menurut otoritas pengurus kamp tersebut. Radikalisasi yang terjadi berbahaya bagi keamanan di kamp tersebut. Perempuan-perempuan ISIS melakukan radikalisasi dan berusaha mendirikan sebuah Khilafah kecil di kamp tersebut.

Keberadaan para perempuan radikal telah mengakibatkan tertanamnya pemikiran radikal pada anak-anak mereka. sehingga ideology ISIS akan sulit dihilangkan. Perempuan yang teradikalisasi kadangkala mempunyai tingkat kefanatikan yang lebih berbahaya dari pada laki-laki.

Ditambah lagi dengan adanya Serangan Turki ke Utara Suriah sejak bulan Oktober tahun ini telah membuat berkurangnya penjagaan terhadap kamp-kamp pengungsi ISIS. Kurangnya penjagaan terhadap kamp-kamp tersebut memungkinkan para anggota ISIS untuk melarikan diri dan dapat menjadi momentum kebangkitan ISIS untuk kedua kalinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

11 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like