November Rain: Kenangan yang Berkesan (1)

By

Ini bukan mau membahas lagu November Rain’nya Guns N’ Roses ya. Tapi soal kenangan yang terlintas saat menghitup aroma petrichor pasca daerah saya diguyur hujan. Yaitu kenangan akan beberapa peristiwa yang sangat berkesan bagi saya di masa lalu.

Jumat pagi 1 November 2019 di daerah saya, aroma petrichor masih tercium begitu kuat. Sebabnya, hujan semalam turun lumayan deras dengan durasi yang hampir satu jam lamanya. Hujan yang kedua kalinya dalam sepekan ini. Aroma petrichor yang begitu kuat masih terhirup hingga pagi ketika saya membuat tulisan ini. Sementara matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri. Aroma petrichor itu entah mengapa masih saja selalu terasa menyenangkan dan membangkitkan kenangan.

Di antara ribuan memori kenangan di masa lalu kita pastilah ada beberapa kenangan yang sangat berkesan. Entah kenangan yang indah maupun yang buruk. Entah yang bisa membuat kita kembali tersenyum karena menyenangkan atau menarik nafas panjang karena merasa lega bisa melalui sebuah peristiwa pahit di masa lalu.

Demikian pula saya. Di antara ribuan kenangan di masa lalu, ada dua kenangan peristiwa yang sangat berkesan bagi saya ketika aktif dalam dunia eksperimen jihad di masa lalu. Di mana dua-duanya terjadi di bulan November.

Yang pertama adalah peristiwa pemakaman Ustaz Mukhlas dan Pak Amrozi di Tenggulun Solokuro Lamongan pada 9 November 2008.

Pemakaman mereka berdua dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai latar belakang, termasuk para aktivis dakwah dan simpatisan dari Jamaah Islamiyah. Kehadiran ribuan orang itu membuat saya beranggapan bahwa ternyata banyak orang yang setuju dan mendukung apa yang telah dilakukan oleh Ustaz Mukhlas dkk.

Saya jadi bersemangat untuk ikut serta dalam upaya melanjutkan gerakan perlawanan seperti yang telah dimulai oleh para pelaku Bom Bali itu.

Meskipun pada saat itu saya pribadi masih tidak tahu atau masih gamang tentang bentuk perlawanan yang akan dilakukan. Yang jelas pada saat itu dalam diri saya sudah mulai mempertanyakan efektivitas aksi serangan bom yang sudah terjadi beberapa kali. Pada waktu itu gambaran ideal serangan menurut saya adalah target yang jelas dan nihil korban di luar korban yang menjadi target serangan.

Tapi semangat yang menggebu-gebu membuat saya menyesuaikan dengan kondisi saat itu. Saya mulai berfikir bahwa untuk bisa sampai pada tahapan ideal itu pasti butuh proses. Ada proses latihan, pengumpulan logistik, memetakan target, mengumpulkan dukungan, dan tentu saja persiapan dari sisi mental.

Dan semua itu perlu segera dimulai semampunya. Minimal menyiapkan mental yang artinya memperkaya khazanah ilmiah yang terkait dengan upaya menghidupkan “jihad difa’i” (jihad membela diri).

Maka mulailah saya mengenal Forum Jihad At Tawbah yang selalu memposting berita-berita dan materi-materi yang terkait dengan jihad dan mujahidin. Itulah upaya saya mempersiapkan diri dari sisi mental (keilmuan). Dan pada akhirnya karena semakin luasnya pergaulan dan interaksi dengan para ‘perindu jihad’ baik di ranah online maupun offline, saya kemudian terlibat dalam upaya-upaya persiapan secara fisik dan logistik.

Yang kedua adalah terbitnya terjemah majalah “INSPIRE” edisi ke-3, yaitu sebuah majalah digital yang diterbitkan oleh ‘Al Malahim’, sayap media Al Qaeda Arab Peninsula (AQAP) yang bertajuk “$ 4,200 Operation Hemorrhage” yang terbit di bulan November 2010.

Terjemahan majalah INSPIRE volume 3 itu dirilis oleh Forum Al Busyro yang baru beberapa bulan mengudara di jagat online. Yang membuat rilisan itu begitu spesial bagi saya adalah tajuk utamanya yang mengulas bagaimana AQAP berhasil menjatuhkan pesawat kargo UPS bermodalkan USD 4.200 pada September 2010. ( Ini berita tentang jatuhnya pesawat yang mereka klaim sebagai hasil kerja mereka https://www.liputan6.com/global/read/294645/pesawat-kargo-ups-jatuh-di-dubai dan https://internasional.kompas.com/read/2010/09/04/03012642/boeing.747.jatuh.hanya.2.orang.tewas)

Pembahasan di majalah itu tentang bagaimana mereka bisa melakukan aksi tersebut sejak dari persiapan dan penelitian sampai pada eksekusi membuat saya memiliki persepsi baru tentang operasi jihad Al Qaeda.

Apa persepsi baru itu? Nantikan pada tulisan berikutnya.

(Bersambung)

Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

three × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like