Persoalan yang dihadapi Masyarakat Pasca Penangkapan Para Terduga Teroris

By

Berdasarkan rilis Mabes Polri, sejak peristiwa penusukan Menkopolhukam sampai dengan tanggal 17 Oktober 2019 telah ditangkap 40 orang terduga teroris. (https://nasional.kompas.com/read/2019/10/17/18445321/total-40-terduga-teroris-yang-diamankan-selama-10-17-oktober-2019 )

Banyak dari masyarakat kita yang hanya bisa terheran-heran sejenak menyimak berita-berita penangkapan para terduga teroris itu yang sedemikian banyaknya dalam waktu yang singkat. Setelah pemberitaan sepi mereka pun perlahan melupakannya. Kembali sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

Bukan hanya terjadi pada masyarakat awam, bahkan di kalangan pejabat pemerintahan setempat pun akan segera ‘melupakan’ kasus tersebut. Masih banyak pihak yang menganggap urusan terorisme adalah urusan aparat keamanan. Padahal ruang lingkup persoalan terorisme itu sangat luas.

Ada persoalan sosial, ada persoalan ekonomi, ada persoalan pendidikan, dan ada persoalan psikologis.

Ketika ada seorang terduga teroris yang tertangkap, ia pasti akan meninggalkan orang tua dan keluarganya. Jika ia seorang suami maka ia akan meninggalkan anak dan istrinya. Dan itu pasti menimbulkan masalah baru yang harus dihadapi keluarganya. Beban yang harus ditanggung keluarganya akan semakin berat.

Para terduga teroris yang ditangkap itu akan menjalani proses hukum sampai menjadi narapidana dan kemudian menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan. Minimal pidana terendah kasus terorisme adalah 3 tahun. Dan tidak mungkin dalam 3 tahun itu tidak ada masalah pada keluarga yang ditinggalkannya.

Pernahkah kita memikirkan bagaimana permasalahan yang harus ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkannya yang kebanyakan tidak-tahu menahu dengan yang dilakukan oleh para terduga teroris itu? Ok, mungkin kebanyakan dari kita akan beralasan urusan kita sudah banyak sehingga tak sempat memikirkan hal itu. Ya, itu hak Anda. Tapi izinkan saya untuk memberitahu Anda karena saya pernah mengalaminya di masa lalu.

Kasus terorisme itu berbeda dengan kasus kriminal umum. Pada kasus kriminal umum keluarganya akan cenderung lebih mudah menerima karena kesalahannya jelas. Tetapi keluarga para terduga teroris itu akan cenderung sulit menerima jika salah satu keluarganya ditangkap karena tuduhan kasus terorisme. Karena seringkali keluarga melihat kehidupan mereka itu normal-normal saja. Bahkan pada beberapa kasus justru terlihat saleh. Tapi kok ditangkap oleh aparat keamanan?

Dari keluarga para terduga teroris itu yang harus paling kita perhatikan adalah anak-anaknya. Mereka adalah korban yang paling pasti terdampak. Ayah mereka boleh jadi ditangkap atas kasus yang belum ada korbannya. Yang artinya korbannya justru adalah mereka, anak-anak para terduga teroris itu.

Bagaimana jika si anak dari terduga teroris yang ditangkap itu lalu mencari tahu kenapa ayahnya ditangkap dan keluarganya tidak bisa memberi jawaban yang memuaskannya? Lalu si anak di sekolah harus menghadapi bullying dari kawan-kawannya bahwa dia anak seorang teroris. Belum lagi kesusahan hidup yang harus dijalani keluarganya karena ditinggal oleh ayahnya?

Hal-hal di atas jika tidak ditangani dengan benar bisa membuat seorang anak akan dendam pada negara. Dendam pada lingkungannya. Apalagi jika anak-anak itu justru bertemu dengan orang-orang yang sepemahaman dengan ayahnya yang kemudian lebih peduli pada dirinya daripada masyarakat di sekitarnya.

Jika hal itu sampai terjadi maka di masa depan anak-anak itu berpotensi untuk menjadi teroris yang jauh lebih berbahaya daripada ayahnya. Karena apa? Karena berawal dari dendam pada lingkungannya.

Pertanyaannya, bukankah lingkungan itu adalah kita yang berada di sekitarnya? Sudahkah hal itu menjadi perhatian kita  Apakah kita hanya akan mengandalkan negara untuk urusan ini? Apakah kita menunggu dana dari negara cair baru bertindak?

Aduhai di mana jiwa gotong royong kita jika kita hanya menunggu peran negara dalam urusan penanganan keluarga terduga teroris ini?

Dari sisi keamanan mungkin benar para terduga teroris itu harus ditangkap, tapi persoalan terorisme itu tidak berhenti sampai di situ. Karena ditangkapnya seorang terduga teroris melahirkan masalah baru pada orang-orang yang ditinggalkannya.

sumber ilustrasi: Pixabay.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

3 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like