Wiranto

Selain Wiranto, 5 Pejabat Ini Pernah Jadi Sasaran Serangan Teror

By

Kamis lalu (10/10), Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto diserang seorang pria tak dikenal saat hendak meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Akibat dari serangan tersebut, mantan Panglima TNI tersebut mengalami luka tusuk di bagian perut.

Kasus ini tentu menghebohkan publik. Namun apakah ini kali pertama pejabat negara menjadi target serangan dari kelompok teroris? Jika kita menengok sejenak ke belakang, ternyata bukan hanya Wiranto yang pernah jadi target serangan. Ada sejumlah petinggi negara yang pernah mengalami nasib serupa meski dengan beragam cara.

Berikut 5 pejabat negara ini yang pernah mengalami percobaan pembunuhan oleh kelompok teroris sepanjang republik ini berdiri :

Matori Abdul Djalil (Menteri Pertahanan cabinet Gotong Royong)

Matori Abdul Djalil merupakan tokoh NU dan pernah menjabat sebagai ketua umum PKB (periode 1998-2001). Tahun 2001, ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan kabinet Gotong Royong di era pemerintahan Megawati.

Semasa menjabat sebagai ketua umum PKB , ia beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan oleh kelompok teroris. Saat itu, kelompok teroris pimpinan Abu Umar berupaya merencanakan aksi amaliyah dengan menargetkan tokoh NU ini.

Pernyataan-pernyataan yang ia keluarkan semasa memimpin gerbong politik NU tersebut, rupanya membuat gerah beberapa kalangan, bahkan muncul tudingan bahwa dirinya dianggap tidak memiliki keberpihakan terhadap umat Islam dan dianggap menolak sistem syari’at.

Pada tahun 1999 Abu Umar dan kelompoknya menginisiasi rencana pembunuhan dengan menggunakan bom. Beruntung, aksi tersebut gagal. Dan semenjak itu, nama Abu Umar masuk dalam deretan daftar pencarian orang oleh pihak kepolisian.

Pada 12 Mei 2007, Matori Abdul Djalil meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya. Namun belakangan beredar kabar jika mantan Menteri Pertahanan tersebut meninggal akibat pembunuhan. Hingga kini, isu tersebut masih simpang-siur dan menimbulkan berbagai spekulasi.

Megawati Soekarno Putri (Presiden RI ke-5)

Siapa yang tidak kenal dengan sosoknya. Putri dari mendiang Presiden Soekarno ini adalah ketua umum PDI Perjuangan. Pada 23 Juli 2001, Megawati resmi dilantik menjadi Presiden RI ke-5, menggantikan Abdurrahman Wahid. Pelantikan Megawati sebagai pimpinan negara sekaligus menjadi awal sejarah bangsa ini dipimpin oleh seorang presiden perempuan.

Namun nyatanya, roda pemerintahannya tak selalunya berjalan mulus. 12 Oktober 2002, terjadi serangan bom yang mengguncang Bali. Akibatnya, lebih dari 200 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Tak hanya itu, sebelumnya Megawati sendiri juga pernah mengalami rencana percobaan pembunuhan oleh kelompok teroris.

Jaringan teroris ini berencana meledakkan sebuah bom pada pertemuan pengurus partai PDI Perjuangan yang dihadiri Megawati di kawasan Jakarta. Beruntung, bom tersebut meledak dan hanya melukai pelaku. Belakangan, diketahui bahwa otak dibalik rencana aksi pembunuhan ini adalah Umar Faruq, pria kelahiran Yaman yang ditangkap di Bogor pada 5 Juni 2002 atas tuduhan sebagai ketua koordinator Al Qaedah untuk wilayah Asia Tenggara.

Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI ke-6)

Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih akrab disapa SBY ini juga tak luput dari rencana pembunuhan. Hal ini terungkap dari hasil penyidikan pasca tertangkapnya sejumlah pelaku teroris antara tahun 2008 hingga 2009. Dari hasil penyidikan, ditemukan sebuah rekaman video yang menunjukkan adegan pelatihan menembak menggunakan senjata api dengan menjadikan foto SBY sebagai target bidik.

Para pelaku yang tertangkap ini diketahui sebagai buronan dalam kasus penyerangan dan penembakan di Pos Brimob Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang terjadi pada Senin (15/5/2005) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, menyebabkan 5 orang anggota Brimob gugur dalam aksi serangan.

Menurut pengakuan para pelaku, SBY memang sudah lama menjadi target serangan pembunuhan. Mereka menganggap SBY sebagai symbol negara, dimana ia menolak untuk menerapkan hukum Islam dalam penerapan undang-undang negara.

Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan)

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo juga pernah mengalami upaya pembunuhan oleh kelompok teroris. Syahrul Yasin Limpo dilempar bom pipa saat menyanyi dalam acara Jalan Santai Komandan Peringatan HUT Golkar ke-48 di Monumen Mandala, Makassar, Minggu (11/11/2012). Meski bom tersebut tidak meledak, namun berhasil membuat panitia dan peserta acara geger. Berdasarkan pemeriksaan polisi, bom tersebut berjenis high explosive.

Diketahui, pelaku pelemparan bom berjumlah dua orang. Mereka adalah Awaludin dan Andika. Dari keduanya, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti dua bom pipa, pistol jenis revolver berikut lima amunisinya, dan alat komunikasi dua unit.

Basuki Tjahaya Purnama (Mantan Gubernur DKI)

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama atau lebih akarb disapa Ahok juga pernah mengalami nasib sama. Selama menjabat sebagai gubernur, ia menuai banyak kontroversi. Salah satunya, tentu soal isu penodaan agama yang berujung pada sejumlah aksi demontsrasi massa yang menuntut penangkapan atas dirinya.

Adalah Arif Hidayatullah alias Abu Mus’ab, warga Bekasi yang juga merupakan anggota Jama’ah Anshorud Daulah (JAD) yang terafiliasi pada kelompok ISIS sekaligus tangan kanan Bahrun Na’im.

Dalam proses penyidikan pasca penangkapan dirinya pada akhir Desember 2015 lalu, kepada petugas ia mengaku mendapat perintah khusus dari Bahrun Na’im untuk membunuh Ahok sebelum akhirnya berhasil diamankan pihak keamanan.

Selain Arif, Sawaludin Pakpahan alias Abu Fadhilah alias Rahmat Parlindungan alias Lincik Copak, anggota ISIS yang juga pelaku penusukan terhadap anggota polisi di Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6/2017). Dalam keterangan pelaku, diketahui bahwa dirinya juga berencana melakukan aksi pembunuhan terhadap Ahok karena dianggap telah menista agama.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

2 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like