Waltz With Bashir

Waltz With Bashir : Mengingat Masa Lalu Suram

By

Setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik kisah bahagia sampai suram. Masa lalu sering kali mempengaruhi kepribadian, sifat, dan sudut pandang seseorang dalam menghadapi kehidupan. Kenangan masa lalu juga bisa jadi nostalgia yang tak akan pernah bisa terlupakan.

Masa lalu terkadang menimbulkan beban besar dan penderitaan ketika sekedar mengingatnya. Itu kemudian menghantui, menakuti  dan bahkan membawa trauma.

Film animasi Dokumenter perang  Waltz With Bashir memberikan contoh bagaimana berdamai dengan masa lalu. Film yang disutradarai Ari Folman tersebut  dapat mengajak kita untuk memahami para veteran tentara Israel selama Perang sipil Lebanon 1875-1990.

Cerita berkisah tentang perjalanan sang sutradara dimana ia mengalami mimpi buruk tentang Perang Lebanon. Ia menjalani wajib militer selama perang Lebanon pada  tahun 1982 di usia 19 tahun. Namun Folman tidak bisa mengingat sama sekali tentang pengalaman ketika  di Lebanon. Ia kemudian memutuskan untuk menjumpai teman-temannya agar mengembalikan ingatannya yang hilang.

Dalam perjalanan, Forman berjumpa dengan orang-orang yang pernah bersamanya selama Perang Lebanon. Folman mulai mengingat sedikit demi sedikit kenangannya. Folman perlahan meperlihatkan kembali kengerian dan horror dari perang tersebut. Dia juga menyaksikan pasukan Israel membiarkan para Milisi Kristen Phalange Lebanon memasuki kamp pengungsian Shabra & Shattila. Selanjutnya milisi tersebut membantai pengungsi Palestina dan Syiah Lebanon.

Pengalaman buruk yang dialami oleh Folman memberikan dampak psikologis yang besar. Ia pun kemudian paham bahwa hilangnya ingatan selama berada di Lebanon adalah akibat terlalu buruknya kenangan itu.

Film ini berusaha mengambil sudut pandang netral dan tidak terlalu membawa sisi politik. Sutradara asal Israel itu bahkan menceritakan dengan baik bagaimana negaranya membiarkan pembantaian Shabra & Shatila. Film Waltz with Bashir juga mampu menjelaskan keadaan Perang Lebanon.

Melalui film Waltz with Bashir Forlman memberikan pelajaran bagaimana seharusnya berdamai dengan masa lalu. Nampaknya ia melakukan trauma healing melalui pembuatan film ini. Penasaran? Trailernya bisa kalian saksikan melalui link ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

nine − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like