Menanti Kebebasan Abu Umar

By

Dapat kembali menghirup udara bebas dan berkumpul bersama keluarga, barangkali menjadi momentum yang banyak dinantikan bagi setiap narapidana. Tak terkecuali pada narapidana kasus terorisme sekalipun.

Barangkali hal inilah yang sedang dirasakan oleh Muhammad Ichwan alias Zulfikar alias Abdullah Omar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman. Atau yang kerap disapa dengan nama panggilan Abu Umar.

Pada Rabu (2/10/2019) nanti, Abu Umar diagendakan akan bebas dari Lapas Nusa Kambangan Cilacap setelah menjalani masa tahanannya sebagai narapidana dalam kasus tindak pidana terorisme.

Abu Umar menjalani masa tahanan sejak masa penangkapan dirinya oleh tim Densus 88 di Perumahan Griya Waringin, Bogor, Jawa Barat.

Ia diamankan oleh pihak keamanan setelah sebelumnya terjadi penangkapan atas Achmad Izmi alias Adam alias Boy alias Alex dan Iwan Kurniawan alias Abdan Syakuro alias M. Iqbal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (4/7/2011) pukul 07.00 WIB.

Dari penangkapan keduanya, pihak keamanan menyita 1 pucuk senjata api laras panjang beserta 4 magazin dan 40 butir peluru, teleskop, 5 senjata api laras pendek berikut 6 magazin dan 158 butir peluru.

Berbekal informasi dari Achmad Izmi dan Iwan Kurniawan, tim Densus kemudian melakukan penangkapan ke sejumlah wilayah yang ditenggarai memiliki keterkaitan dalam jaringan ini. Dan benar saja, di hari yang sama, pihak keamanan berhasil menangkap 3 orang lainnya di lokasi yang berbeda, termasuk diantaranya adalah Abu Umar.

Kemudian di hari berikutnya, Selasa (5/7) Densus kembali menangkap 4 orang anggota jaringan. Lalu pada Kamis (7/7), tim Densus menangkap 2 orang lainnya. Total, ada 11 orang yang tertangkap dalam operasi senyap tim berlambang burung hantu tersebut.

Lalu, siapakah sosok Abu Umar?

Dalam kancah dunia persilatan, nama Abu Umar bukanlah sosok baru di panggung pergulatan jihad. Sebelum dirinya terlibat dalam sejumlah kasus terorisme, Abu Umar sempat mengikuti pelatihan militer bersama kelompok milisi Abu Sayyaf di Moro, Filipina. Kemampuan militer dan pengalaman yang dimilikinya ini, kemudian dimanfaatkannya untuk membangun jaringan lintas negara, Indonesia – Filipina, terutama dalam bisnis jual beli senjata.

Abu Umar sendiri pernah ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian sejak tahun 1999, karena terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan, Matori Abdul Jalil.

Abu Umar juga diduga turut terlibat dalam penyerangan dan penembakan di Pos Brimob Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang terjadi pada Senin (15/5/2005) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, 5 orang anggota Brimob gugur terkena luka tembak.

Penyerangan ini sendiri dirancang oleh Asep Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur dan menjalani pidana seumur hidup. Asep diketahui merupakan anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan kelompok Jama’ah Islamiyah.

Sementara senjata yang digunakan dalam penyerangan tersebut, didapatkan dari sel jaringan Abu Umar, yang juga merupakan ayah tiri dari Farhan, seorang teroris yang tewas dalam penyergapan oleh tim Densus di Solo, Sabtu (1/10/2012).

Abu Umar yang merupakan veteran konflik Moro ini, akhirnya ditangkap atas tuduhan hendak menyelundupkan senjata ke Indonesia dari Filipina Selatan melalui Tawau, Malaysia. Senjata-senjata tersebut,  direncakan akan digunakan untuk melakukan sejumlah aksi amaliyah, salah satunya adalah penyerangan terhadap Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.

Bahkan lebih jauh, Polri menyebut bahwa kelompok Abu Umar juga tengah menyiapkan rencana penculikan dan pembunuhan kepada para penganut ajaran Syi’ah.

Sebelumnya, pihak Polri seperti dilansir dalam harian Berita Satu (10/2/2012) juga menyatakan, dana operasional aktivitas kelompok Abu Umar ini diketahui berasal dari hasil jual beli senjata api dan dana pribadi.

Dan kini, Abu Umar sedang bersiap diri menantikan kebebasannya sebagai manusia merdeka setelah hampir 8 tahun mendekam di balik jeruji besi.

Tentu, dengan adanya kebebasan ini, akankah menjadikan Abu Umar kembali pada NKRI dan berbakti untuk negeri, ataukah justru sebaliknya? Wallahu’alam

 

Link foto: https://www.beritasatu.com/nasional/31140-udin-dan-sabar-dua-buron-jaringan-abu-umar.html

Leave a Comment

Your email address will not be published.

fourteen + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like