Uskup Agung Semarang: Jangan Terprovokasi Aksi-Aksi Teror

By

Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyebut adanya aksi teror yang menyasar tempat ibadah ataupun simbol agama tertentu baik terjadi di Indonesia maupun di negara lain harus disikapi dengan tenang.

“Kita harus tanggapi secara tenang, dingin dan proporsional,” kata dia saat diwawancarai di komplek Keuskupan Agung Semarang awal pekan ini.

Aksi-aksi seperti itu, sebut Rubiyatmoko tentu mengundang keprihatinan yang sama bagi sesama manusia. Namun, demikian umat jangan sampai terprovokasi oleh aksi-aksi tersebut. Sebab, itu akan memperburuk keadaan.

Menurutnya, aksi-aksi itu hanya dilakukan oleh segelintir orang atau kelompok kecil yang memang radikal. Bukan kelompok besar.

Aksi teror menyasar simbol agama tertentu, tujuannya untuk mencoba menggiring opini, seolah-olah ada dua kelompok besar yang sedang berseteru. Mencoba memprovokasi orang-orang lain supaya terjadi konflik yang lebih besar lagi.

“Agar terjadi ketakutan massal, jadi agar kelompok-kelompok besar tunduk kepada kelompok itu (pelaku teror), itu hanya kelompok kecil. Aksi-aksi terori harus dihadapi dengan ketenangan hati juga keberanian dengan kebersamaan,” lanjutnya.

Di wilayah kerjanya, yakni di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Robertus menyebut pesan-pesan damai, persaudaraan, toleransi dan persatuan selalu digaungkan. Tak hanya umat seagama saja, tapi lebih luas lagi secara menyeluruh.

Kerja sama selalu terjalin, tentunya antarumat beragama. Uskup Agung Semarang mencontohkan, ketika umat Nasrani sedang merayakan Hari Raya maka umat pemeluk agama lain selalu membantu, misalnya ikut melakukan pengamanan.

“Biasanya teman-teman banser (Barisan Anshor Serbaguna) sering ikut membantu kami. Demikian pula sebaliknya, dari paroki-paroki gereja juga ikut membantu ketika misalnya umat Islam merayakan hari raya, seperti Idul Fitri, Idul Adha,” ungkapnya.

Pesan toleransi, persaudaraan antarumat beragama, sebut Robertus, tentunya juga digaungkan pemimpin umat di tingkat lebih luas. Dia menyebut, Paus dan Imam Besar Al Azhar telah melakukan Deklarasi Persaudaraan yang ditandatangani di Abu Dhabi, jadi salah satunya.

Itu adalah pesan kepada masyarakat dunia agar tetap saling mengormati di antara keberagaman.

“Sejak semula Allah menghendaki keberagaman,” sebutnya.

 

FOTO RUANGOBROL.ID/EKA SETIAWAN

Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like