Perlukah Ajang Pencarian Bakat?

By

Halo Sobat Ngobrol, siapa yang  merasa bergairah atau senang ketika memasak? Dan rasanya kalau dalam satu hari gak masak, hidup berasa kurang atau hampa. Kalau gagal, gak mau berhenti. tapi malah terus mencoba dan mencari cara, kenapa masakannya bisa gagal.

Pokoknya ngelakuin hal tersebut atau mencoba memasak kue baru itu bawaannya senang aja. Sampai akhirnya, tertantang untuk ikut pertandingan memasak sampai meraih gelar koki profesional, dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit serta dampak positif besar untuk sekitar.

SELAMAT!! Kamu telah mendapatkan passionmu!

Teman ngobrol, kesukaan kalian selain ngobrool pasti banyak, kan….
Mulai dari menyanyi, menulis, public speaking, naik gunung, olahraga, dan masih banyak lagi. Nah, di antara aktivitas-aktivitas tersebut ada yang kalian jalankan dengan rutin, senang, mendalaminya dan ada yang biasa saja. Kalau gitu, aktivitas yang kalian senangi, kenapa gak coba diperdalam saja. Kalian kembangkan sampai kalian ahli dan bisa memberikan dampak positif ke banyak orang.

Itulah sedikit gambaran tentang hubungan antara minat, bakat, dan passion.

Tapi, bagamana dengan mereka yang belum menemukan passion mereka? Karena masih banyak orang di luar sana yang ingin melakukan suatu aktivitas dan senang melakukan hal tersebut malah dapat hambatan dari beberapa pihak. Bahkan orang terdekat.

“Gue senang aja gitu ngegambar, ngelukis di atas kanvas, buat komik untuk menyampaikan aspirasi gue, tapi orang tua gue gak setuju. Karena menurut mereka, itu hanya buat hobi. Gak laku di dunia kerja dan pendapatannya bakal sedikit”

Jeng jeng jeng…ungkapan di atas bukan hal yang langka menurut kita. Ketika kita menyukai suatu hal seringkali dipatahkan, sampai dipaksa harus melakukan kegiatan yang diminta orang tua/teman.

Jadi, intinya baru ditahap pertama saja mereka sudah “gagal”.

Tapi tenang, hidupmu gak berhenti sampai di situ saja kok. Coba deh, kamu bisikin pelan-pelan ke mereka. lebih baik mana, aku mendalami minatku dan mengembangkannya atau aku melakukan hal yang berdasarkan keinginan kalian, tapi dilakukan dengan terpaksa.

Sehingga lama kelamaan aku akan mencari orang-orang yang mendukung minatku dan membantu untuk mengembangkannya di luar sana.

Nah lo… bapak, ibu, guru, teman sejawat, jadi pada bingung nih sekarang. Bayangkan, kalau orang orang yang mendukung minat dan bakat doi, adalah orang ekstrim yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkannya. Sedangkan, apabila dia fokus dengan minat dan bakatnya, insya Allah bakal jauh deh dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu. Malah dampak positif ke sekitar yang didapatkan.

Jadi, ajang pencarian bakat menurut teman ngobrol, perlu ga? Iya dan tidaknya, coba kita obrolin di kolom obrolan.

 

SUMBER GAMBAR: https://banner2.kisspng.com/20180501/ede/kisspng-encapsulated-postscript-photography-royalty-free-talent-and-skill-5ae7f12cdb2811.7874017615251499968977.jpg

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

eighteen − twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like