Menikmati Sepincuk Ponggol Setan

By

Siapa yang tak akrab dengan kata ‘setan’ di Republik Indonesia ini? Mungkin kalau dibikin jajak pendapat: apa yang paling populer di Indonesia? Bisa jadi ‘setan’ adalah jawabannya.

Tak percaya, silakan coba disurvei dari ujung barat sampai timur Indonesia, ‘setan’ begitu akrab di antara mereka. Sebutannya pun macam-macam, tentunya sesuai dengan ‘kearifan lokal’ masing-masing daerah.

Bahkan, ada pula kelompok penjahat yang memakai kata setan untuk menyebutnya. Sebut saja, kelompok Setan Botak Peureulak, kelompok perompak di Aceh yang kerap merampok nelayan di sana.

Tak kalah populer, setan juga sudah masuk ke film layar-layar lebar di Indonesia. Masih tak percaya? coba hitung berapa film yang judulnya terdapat kata setan, mulai dari film bioskop sampai film layar tancap. Pasti banyak sekali jumlahnya.

Nah, setan juga dipakai sebagai nama makanan di Kota Tegal loh. Kota di pantura barat, yang dikenal sebagai Kota Bahari.

Di kota ini, ada makanan yang sangat populer. Namanya, ponggol setan atau disingkat pongset. Makanan ini bisa dijumpai hampir di seantero Kota Tegal.

Pongset adalah perpaduan dari nasi putih, sambal goreng tempe, mi, kadang ditambah sate usus, ayam maupun telor rendang. Atasnya ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Di beberapa penjual, makanan ini dibungkus dengan daun pisang. Rasanya joss!

Ngomong-ngomong, tapi kenapa namanya ponggol setan? Konon dari cerita-cerita tongkrongan, mulut ke mulut, makanan ini awal pertama muncul dan beranjak populer, karena hanya dijual di malam hari bahkan tengah malam.

Seperti dulu ketika saya SMA, di 2000-an, ketika saya dan teman-teman begadang, ketika tengah malam kelaparan salah satu pilihan terbaik mengganjal perut penghambat masuk angin adalah makan ponggol setan.

Ketika itu, dijualnya ponggol setan dijualnya tengah malam. Sudah banyak yang mengantre untuk menikmati sepincuk ponggol setan.

Rasanya nikmat sekali, apalagi kalau disantap malam-malam seperti sekarang ini, malam-malam yang suhunya lebih dingin dari biasanya sebab angin Australia.

Saya menerka, karena makanan itu hanya dijual malam hari (di awal-awal muncul) makanya diberi nama ponggol setan. Identik dengan setan yang kerap dianggap hanya muncul di malam hari.

Kalau sekarang, ponggol setan bisa dijumpai juga di pagi hari, ketika matahari terbit. Di beberapa ruas jalan utama di Kota Tegal, banyak penjual ponggol setan mangkal di pinggir jalan. Membuka lapaknya dengan meja dan kursi, dibeli, dibungkus untuk dibawa pulang.

Jadi ponggol setan sekarang tak hanya bisa dijumpai malam hari saja, tapi pagi hari juga sudah ada.

Kalau sesekali berkunjung ke Kota Tegal, cobalah makanan ini. Ponggol setan adalah pilihan yang direkomendasikan. Selain harganya yang murah, paling banter Rp5ribu sampai Rp10ribu sepincuknya, itupun sudah pakai telor, rasanya juga pasti memanjakan lidah.

Menikmati ponggol setan tentunya bukan berarti kita bersekutu dengan setan yaa. Ah…setan eh ponggol setan memang begitu nikmat! Hehehe

 

FOTO EKA SETIAWAN

Seorang pembeli ponggol setan tampak dilayani penjualnya yang mangkal di ruas Jalan Sultan Agung tepatnya di depan RSUD Kardinah Kota Tegal,  Jumat 28 Juni 2019 petang.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

12 + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like