Masjid As-Safar dan Terorisme adalah Konspirasi di Indonesia

Apakah Masjid As Safar yang dibangun Ridwan Kamil adalah bentuk dari pemujaannya terhadap Iluminati? Apakah terorisme dibuat oleh AS untuk mendiskriminasi islam? Operasi Intelejen ini memang sulit dibuktikan.

By

Maaf, sebenarnya judul diatas pakai tanda tanya. Tapi saya gak tau kenapa tanda tanyanya gak ada?

“Mungkin ada logaritma aneh dari server supaya membuat orang yakin kalau Masjid itu dan terorisme memang konspirasi.”

“Kayanya penulis lupa ngasih tanda tanya”

“Penulis lagi kebelet, jadi editnya buru-buru”

“Penulis tidak menggunakan tanda tanya disana”

“Penulis harus nulis tanda tanya supaya gak ambigu”

Pernyataan-pernyataan diatas jika diurutkan merupakan bentuk-bentuk pernyataan konspiratif, opini, humor, fakta dan kritik.

Opini menggunakan kata sifat, humor menggunakan kata yang tidak serius dan sedikit tidak nyambung. Adapun Fakta adalah sesuai dengan apa yang dilihat tanpa “opini”. Sedangkan kritik biasanya adalah opini yang melihat kekurangan untuk tujuan membangun. Sedangkan pernyataan konspiratif lebih kepada pernyataan yang menyambungkan fakta-fakta yang tidak berhubungan didasarai oleh opini, dan kritik.

Beberapa waktu belakangan kita kembali diramaikan dengan konspirasi-konspirasi baru. Dulu sudah ada teori ini meskipun sedikit receh. Misalnya pada awal 2000an ramai “Pokemon”, banyak orang melarang mengatakan itu karena katanya berarti “Aku Yahudi”. Sedangkan “Pikachu” berarti “Jadilah Yahudi”. Tahun 2017 diramaikan kembali bahwa “Hey Tayo” juga berarti “Aku Yahudi”. Jadi yang benar yang mana?

Faktanya, Pokemon merupakan singkatan dari Pocket Monster. Kartun asal Jepang itu memang bercerita tentang monster-monster yang bisa dimasukan ke dalam sebuah saku. Sedangkan Pikachu berarti Pika adalah hewan sejenis kelinci di Jepang dan Chu adalah “mencicit”. Opini saya adalah, Jepang termasuk negara yang membudayakan transparansi dan ilmiah. Ketika ada sesuatu yang tidak ilmiah seperti teori konspirasi, masyarakat akan menjauhinya karena dianggap hal bodoh. Begitu pula dengan pokemon yang laku di Jepang menandakan tidak ada “konspirasi” dibalik itu. Adapun Hey Tayo adalah kartun asal Korea Selatan. Tayo sendiri berarti “Get On”.

Teori konspirasi sendiri diciptakan biasanya karena ada kebencian dan kekhawatiran namun tidak ditunjang oleh fakta yang ada. Dalam hal teori konspirasi iluminati misalnya, mereka yang percaya bahwa Masjid As Safar adalah bagian dari iluminati didasarkan pada kebencian terhadap kelompok ini dan kekhawatiran akan penyebaran paham iluminati. Sehingga mereka akan percaya apapun yang berhubungan dengan itu dengan dalih “operasi rahasia” sebagai penyempurnaan informasi yang tidak lengkap.

Begitu pula dengan mereka yang menyebutkan bahwa terorisme adalah konspirasi? Menurut Noor Huda Ismail [Cek Video] , konspirasi secara metode ilmiah tidak pernah bisa dibuktikan kebenarannya. Namun menganggap terorisme adalah konspirasi merupakan denial (pengingkaran) bahwa terorisme itu ada.

Adanya kekhawatiran akan islam semakin menjadi agama yang ditakuti masyarakat dunia kemudian berdampak pada islamophobia semakin besar. Ini juga didorong penyerangan AS ke Afganistan 2002 lalu AS melakukan eksplorasi minyak di negara tersebut. Karena padahal sesungguhnya AS memang melakukan “penjajahan” saat itu dan mengincar minyak. Osama Bin Laden pun mengakui bahwa aksi 9/11 merupakan perintahnya. Semua anggota afiliasi Al-Qaida mengakui Osama Bin Laden dan banyak dari mereka pernah bertemu. Namun, karena fakta ini tidak diungkap ke publik secara luas dan detail juga kurangnya minat baca masyarakat, maka simple-nya ini dianggap konspirasi. Data Intelejen dimanapun tidak bisa diungkap ke publik karena khawatir membuat keonaran dan kekhawatiran yang lebih besar. Ini yang seringkali tidak bisa dipahami.

Konspirasi tak ubahnya adalah cocokologi antara fakta-fakta yang ada. Apalagi di Indonesia saat ini penuh dengan kekhawatiran akan hoax-hoax yang tersebar dan banyaknya cerita mitos yang dipercaya sejak dulu beredar di masyarakat.

Maka lagu ini cukup cocok dengan fakta di Indonesia saat ini yaitu “Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia“.

Maka, peningkatan minat baca dan digital literacy sangat kian perlu bagi bangsa ini. Upaya kita mencari tahu juga penting karena jangan sampai kita menjadi orang yang mudah percaya bahkan menyebarkan fitnah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

20 + 20 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like