Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam, Siti Aisyah Kembali ke Indonesia

By

Indonesia dihebohkan oleh pemberitaan media tentang penangkapan Siti Aisyah, Pekerja Migran Indonesia atau yang disebut TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Malaysia pada 16 Februari 2017. Siti menjadi tersangka pembunuhan seseorang yang bernama Kim Jong Nam dua hari sebelum ia ditangkap. Kim Jong Nam adalah saudara tiri Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara. Kim Jong Nam bukanlah orang biasa, apalagi saat itu Korea Utara sedang gencar melakukan percobaan nuklir. Banyak orang takut apabila ini akan memicu kemarahan Kim Jong Un.

Dikutip dari berbagai sumber, Pemerintah Indonesia melakukan lobi dengan pemerintah Malaysia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan pendekatan dengan Jaksa dalam kasus tersebut dengan pertimbangan kronologi Siti Aisyah. Siti mengaku bahwa ia diminta seseorang bernama James dan seorang lainnya yang bermuka Korea-Jepang untuk mengoleskan minyak ke wajah Kim Jong Nam. Siti diberitahu bahwa itu merupakan acara reality show dimana Siti dibayar RM 400 atau sekitar Rp 1,2 juta.

Siti Aisyah hanya satu dari banyaknya kasus Pekerja Migran yang terjebak dalam kejahatan karena ketidaktahuan. Kasus lainnya adalah Puluhan Pekerja Migran di Hongkong menggadaikan passportnya untuk meminjam uang ke rentenir lokal. Mereka tidak tahu bahwa passport adalah barang berharga ketika mereka ada di negeri orang. Kasus itu membawa puluhan pekerja migran harus terganjal kasus imigrasi. Selain itu, banyak pekerja migran Indonesia di Singapura yang tertipu investasi bodong online melalui media sosial. Belum lagi mereka yang tertipu oleh lelaki yang mereka temui lewat media sosial dan kemudian meminjam uang lalu menghilang. Adapun pekerja migran yang terpaksa membunuh majikannya karena tersiksa atau menerima perlakuan asusila. Sayangnya, itu mereka lakukan karena mereka tidak tahu ada perlindungan hukum selama mereka bekerja. Belum lagi pekerja migran yang terpapar radikalisme karena tidak tahu bahwa itu tindakan yang mengancam kemanusiaan.

Ketidaktahuan pekerja migran sering membawa pekerja migran ke jalan yang bisa menyebabkan mereka terancam hukuman mati. Pembekalan intensif terhadap pekerja migran seakan menjadi hal yang tidak terlalu penting dilakukan oleh penyalur tenaga kerja. Advokasi yang lemah juga membuat pekerja migran sering kembali meregang nyawa di negeri orang.

Pekerja Migran memerlukan ruang untuk sekedar berbagi, mendapat pengetahuan lebih dan advokasi terkait kehidupan mereka di negeri orang. Kejadian Siti Aisyah biarlah menjadi peristiwa hukum terakhir ketidaktahuan pekerja migran ketika tinggal di negeri orang.

Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah 2 tahun dibalik jeruji. Ia sempat menjalani sidang perdana pada November 2017 bersama seorang warga Vietnam bernama Doan Thi Huong. Keduanya didakwa oleh pasal pembunuhan dengan menggunakan racun VX ke wajah Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Pada Agustus 2018, Hakim mengadakan sidang lanjutan terkait adanya bukti kuat keterlibatan Siti. Namun pengacara mereka mengajukan banding dengan agenda pembelaan Doan Thi Huong pada 11 Maret. Namun kemarin, Jaksa mencabut gugatan kepada Siti dimana seharusnya waktu itu adalah sidang pembelaan. Jaksa enggan menjelaskan alasan ia mencabut gugatan itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

%d bloggers like this: