Pesan Damai dari Ambon

By

Dua puluh tahun yang lalu, Ambon pernah konflik. Orang-orang meninggal, luka-luka. Sehari-hari hanya terjadi huru hara.

Kota menjadi lumpuh, perekonomian tersendat. Warga ketakutan keluar rumah. Beberapa pendatang memilih kembali pulang ke kampung halaman, takut jadi korban.

Tapi itu adalah cerita lama. Kini Ambon sudah kondusif. Perdamaian sudah kembali bersemi di sana. Salah satunya ditandai adanya Gong Perdamaian Dunia di pusat kota, yang diresmikan tahun 2009 lalu oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Hidup damai tanpa konflik sangatlah nyaman. Lalu lintas lancar, perekonomian berjalan. Warga bisa bebas beraktivitas di luar rumah dengan tengang. Pendatang maupun warga lokal sama-sama senang, berbagi kebahagiaan.

Pengayuh perahu wisata terlihat di Pantai Hunimua alias Pantai Liang di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, jaraknya sekira 30 menit dari pusat Kota Ambon.

 

Teluk Ambon
Warga mengantri untuk membeli BBM di SPBU
Penjual ikan bakar di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sepanjang jalan ini dipenuhi penjual kuliner serupa. Selain warga Ambon yang berjualan di sana juga para pendatang, baik dari Makassar, Bugis, Sumatera, maupun Jawa.
Ibu penjual makanan di komplek Pantai Hunimau alias Pantai Liang, Maluku.
Lalu lintas di Pusat Kota Ambon, Rabu (6/3/2019)
Gong Perdamaian Dunia di Pusat Kota Ambon
Jembatan Merah Putih yang membentang di atas Teluk Ambon. Jembatan ini panjangnya 1.140 meter, menjadi yang terpanjang di Indonesia Timur. Salah satu ikon Kota Ambon ini menghubungkan Desa Rumah Tiga di Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Desa Hative Kecil di Kecamatan Teluk Ambon di sisi selatan

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

%d bloggers like this: