Lapas Pekalongan diterjang Banjir Ratusan Napi dievakuasi

By

Bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, sejak Minggu kemarin. Mulai dari Pekalongan, Kendal dan Pati.

Banjir menyebabkan beberapa dampak. Termasuk terendamnya lembaga pemasyarakatan (lapas). Salah satunya terjadi di Lapas Kelas IIA Pekalongan.

Banjir membuat para narapidana dan tahanan di sana dievakuasi ke beberapa lapas atau rumah tahanan negara (rutan) di sejumlah wilayah di kawasan Pantai Utara.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jateng, Heni Yuwono, menyebut ada 379 penghuni Lapas Kelas IIA Pekalongan yang dipindah karena banjir.

“Dipindah, disebar ke lapas-lapas di Pantura,” kata Heni kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Hingga Senin siang ini, Heni masih berada di Pekalongan untuk memimpin koordinasi pemindahan para napi tersebut. Berdasar data online Sistem Database Pemasyarakatan Kemenkumham, penghuni Lapas Kelas IIA Pekalongan per Senin siang ini hanya tersisa 15 narapidana.

Informasi yang dihimpun, ada 5 lapas untuk evakuasi. Mulai dari Lapas Kelas IIB Brebes, Lapas Kelas IIB Slawi, Lapangan Kelas IIB Tegal, Rutan Kelas IIB Rowobelang Batang dan Lapas Kelas I Semarang. Selain itu juga akan dievakuasi sementara ke Kudus.

Mereka dipindahkan secara bertahap. Ketika banjir di Pekalongan sudah surut, mereka akan dikembalikan lagi.

Sementara itu, untuk mereka yang dipindah ke Semarang jumlahnya 50 orang.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Dadi Mulyadi, Senin (28/1/2019).

“Ada 50 orang (yang dievakuasi dari Lapas Pekalongan ke Lapas Semarang),” kata Dadi via WhatsApp.

Banjir di Kota Pekalongan terjadi setelah sejak Sabtu (26/1/2019) malam wilayah itu diguyur hujan. Guyuran air hujan menyebabkan sungai-sungai meluap, di antaranya; Sungai Banger, Sungai Loji, hingga Sungai Bremi. Ketinggian air banjir itu variatif, mulai dari 40 cm hingga 100 cm.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

four × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like