MY ACTIVITIES : Identifikasi Offline dan Online (4)

By

MY ACTIVITIES :  Identifikasi Offline dan Online (4)

Sekarang bagaimana dengan proses identifikasi online ? Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya bahwa polanya sebenarnya sama dengan yang saya terapkan di offline. Bedanya adalah pada bentuk aktivitasnya dan sifat pertemanannya, karena dunia offline dan online memiliki karakter khas yang berbeda satu sama lain.

Aktivitas offline adalah aktivitas yang menuntut kontak langsung secara fisik dengan orang yang bekerja dengan kita, sehingga ruang lingkup pertemanannya juga terbatas. Misalnya saya yang mayoritas teman offline saya adalah orang-orang yang berjarak paling jauh 100 Km dari tempat tinggal saya.

Sedangkan aktivitas online tidak mengharuskan adanya kontak langsung, yang penting ada PC/Laptop/Smartphone dan sambungan internet, semua bisa terhubung. Sehingga, temannya bisa berasal dari mana saja, bisa mengaku sebagai apa saja, bisa mengunggah apa saja ke internet, dan bisa mengunduh apa saja dari internet. Inilah sifat dasar hubungan di dunia online yang harus selalu harus diingat agar selalu berhati-hati dan tidak kebablasan.

Ada satu lagi hukum di internet yang dari dulu selalu saya pegang, yaitu : sekali kita posting sesuatu ke internet, maka sesuatu itu telah menjadi konsumsi publik yang bisa mereka buat apa saja meskipun kita telah menghapusnya sekalipun. Karena postingan kita itu bisa didokumentasikan, dicopy, diambil screenshoot-nya, dst. Jadi, berhati-hatilah dan jadilah orang yang bertanggungjawab atas segala postingan Anda. Pastikan Anda hanya memposting kebaikan atau lebih baik Anda diam.

Seorang yang sebenarnya bodoh bisa nampak berilmu ketika ia rajin mencari rujukan online dan meng-copy paste-nya ke dalam komen-komen mereka. Bagi yang nggak biasa surfing akan menganggap itu sebagai ilmu dari sang empu komen. Apalagi yang seperti itu banyak yang tidak pernah mencantumkan bahwa ia meng-copy paste dari sebuah situs. Jika ada yang copy paste tapi mencantumkan sumbernya, yang seperti ini saya anggap sebagai orang yang jujur meskipun mungkin masih kurang keilmuannya.

Lalu bagaimana cara saya mengidentifikasi siapa saja yang merupakan simpatisan, yang mendukung dan yang bersikap netral terhadap segala hal yang terkait ‘eksperimen menghidupkan jihad’ di Indonesia ? Sederhananya saya melakukannya dengan cara mengamati setiap postingan mereka di media sosial, komentar-komentar mereka, dan foto-foto yang biasa mereka unggah ke akun media sosial mereka.

Pertanyaan selanjutnya : Bagaimana ciri-ciri postingan atau komentar yang bisa menggambarkan arah pemikiran mereka sampai saya bisa menyimpulkan bahwa mereka ini netral, simpatisan, atau pendukung ?

Saya rasa ini adalah pertanyaan yang paling menarik bagi kebanyakan orang. Dan saya akan berusaha menjawabnya dengan memberikan gambaran dan contoh yang sejelas mungkin. Tapi sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa ada sedikit perbedaan definisi kategori netral di online dengan yang di offline.

Orang yang netral di dunia online adalah orang yang tidak mencela aksi-aksi yang termasuk upaya ‘eksperimen menghidupkan jihad’ di Indonesia meskipun mereka masih mempertanyakan mengapa ada aksi seperti itu. Dan saya tidak akan membahas banyak tentang yang netral ini, tetapi lebih kepada para simpatisan dan pendukung. Karena bagi kami para aktivis jihadi, orang-orang yang netral itu kami anggap mewakili ummat yang cerdas dan kritis dan kami senang dengan fenomena itu.

Saya akan lebih menyoroti tentang para simpatisan dan pendukung karena saya melihat keberadaan mereka sedikit banyak bisa mempengaruhi dunia jihadi offline. Nah bagaimana pengaruhnya itu dan bagaimana dulu kami mengolahnya agar menjadi bermanfaat bagi dunia jihadi offline ? Nantikan pada tulisan-tulisan berikutnya.

(Bersambung, In sya Allah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

two × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like