My Passion (1)

By

My Passion (1)

Pasca berpisah dengan Sang Tamu, saya kemudian banyak merenungkan tentang peran apa yang telah saya jalani sejauh ini dalam eksperimen jihad dan apa sebenarnya yang paling saya sukai dari apa yang telah saya lakukan selama ini. Istilahnya saya ingin menemukan apa sih  passion saya di dunia akitivis jihadi di Indonesia ?

Saya perlu segera menentukan langkah apa yang akan saya lakukan setelah berpisah dari Sang Tamu, karena saya tetap ingin berperan dalam menghidupkan jihad di Indonesia. Pada saat itu saya berpikiran bahwa meskipun tidak ada lagi kamp pelatihan atau daerah yang dilanda konflik antara muslim-non muslim, ruh jihad itu harus tetap dijaga dan kemampuan yang diperlukan dalam jihad harus terus diasah.

Menjaga ruh jihad dan mengasah kemampuan yang diperlukan dalam jihad adalah dua hal yang saya yakini harus tetap dilakukan terus menerus. Saya kemudian menemukan bahwa saya masih bisa melakukannya, yaitu dengan dengan menyebarkan semangat jihad dan menyebarkan pengetahuan yang diperlukan dalam jihad kepada ummat.

Hal ini bisa saya lakukan tanpa menguras banyak tenaga, bisa dilakukan hanya di kala longgar, dan saya merasa telah memiliki bekalnya atau bisa dibilang modal awal. Modal awal yang saya miliki adalah : pengalaman yang saya peroleh selama bekerjasama dengan Sang Tamu dan Sang Senior serta beberapa passion saya yang saya dapati dalam diri saya selama saya menekuni ‘jalan jihad’ saya selama ini.

Beberapa passion saya adalah :

  • Suka menjalin hubungan pertemanan

Saya selalu merasa sangat senang ketika mendapatkan banyak kawan yang saya kenal baik melalui offline maupun online. Ada banyak kawan yang awalnya saya kenal di online lalu kenal lebih jauh di offline, dan tidak sedikit pula kawan yang saya kenal secara offline lalu berkembang di online.

Kebanyakan kawan yang saya kenal secara offline adalah hasil pengembangan dari jaringan yang pernah bersinggungan dengan saya ketika sedang bekerjasama dengan Sang Tamu dan Sang Senior. Pada saat saya berpisah dengan Sang Tamu, saya telah memiliki jalur ke penjual senjata, pengusaha, beberapa simpatisan, dan akses ke beberapa tokoh JI. Dan hal ini saya rasa sudah cukup sebagai batu pijakan menuju jaringan yang lebih luas.

  • Selalu haus akan pengetahuan

Ini adalah sifat saya sejak usia SD yang kemudian membuat saya menjadi orang yang sangat suka membaca buku, senang berselancar di dunia maya, suka berdiskusi, dan sangat antusias ketika mendengarkan pengajaran.

Dan pada saat itu saya termasuk orang yang sangat keranjingan pengetahuan seputar dunia jihad, sehingga saya rajin mengikuti perkembangannya dalam forum jihadi. Hal itu membuat pengetahuan saya seputar dunia jihad dari seluruh penjuru dunia semakin luas, termasuk pengetahuan akan ‘pelajaran terlarang’ seperti ilmu kemiliteran, bahan peledak, teori membuat bom, dll.

  • Menyukai Tantangan

Anda masih ingat mengapa saya justru semakin penasaran ketika diberitahu tentang JI pasca peristiwa bom Bali 2002 ? Saya bukannya menjauh tetapi sebaliknya semakin intens. Itu karena saya suka tantangan.

Mengapa saya mau saja menerima berbagai tugas dari Sang Tamu dan mudah menerima ‘doktrin maut’nya : ” Antum mau berhenti sekarang atau tetap melanjutkan, resiko ditangkap oleh aparat itu tetap ada. Jadi, mengapa tidak memilih tetap melanjutkan sampai titik terakhir kemampuan kita ?” Itu karena saya suka tantangan.

  • Suka mengamati dan menganalisa

Hal ini adalah yang terakhir saya sadari. Saya menyadarinya ketika mendapati diri saya enggan untuk ikut meramaikan sebuah perdebatan di forum maupun di media sosial, tetapi ketika ada perdebatan yang seru saya lebih suka memetakan siapa saja yang pro dan siapa saja yang kontra.

Selain itu saya mendapati diri saya sangat menyukai artikel-artikel di media yang memuat sebuah analisa terhadap fenomena yang sedang terjadi. Dari analisa politik, ekonomi, keamanan, sampai trend kekinian. Sampai-sampai di Twitter saya itu jadi fans setia analisanya akun @Triomacan2000 dan @Benny_Israel.

Itulah beberapa passion saya yang masih melekat pada diri saya sampai detik ini. Dan pada waktu itu saya memutuskan akan menekuni ‘jalan jihad’ yang baru yang tidak terikat dengan kelompok manapun dan yang sesuai dengan passion saya itu.

(Bersambung, In sya Allah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

1 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like