Mulai Bertugas (2)

By

Selanjutnya dalam kegiatan pembinaan para anggota yang sudah komitmen untuk berpartisipasi dalam program kami juga mulai saya serahkan sepenuhnya pada Sang Senior dengan alasan yang sama dengan alasan saya kepada Sang Tamu. Saya hanya perlu sesekali mendapatkan laporan perkembangannya. Kebetulan tak lama setelah itu Sang Senior juga pindah tempat usahanya ke kota lain.

Dua atau tiga bulan pasca terjadinya bom JW Marriot-Ritz Carlton, tiba-tiba saya dikejutkan dengan cerita dan laporan yang dibawa Sang Senior.

Pertama, ia menyampaikan bahwa selama ini dia baru mengirimkan 4 orang saja ke tempat Sang Tamu.

Kedua, saat itu dia ditawari oleh sekelompok orang yang sedang merintis sebuah tempat pelatihan di Aceh untuk merekrut orang-orang yang ingin dan siap untuk mengikuti pelatihan di sana. Rekrutmen ini sifatnya segera dan memiliki kuota terbatas.

Dia punya pemikiran bagaimana jika para anggota binaan yang siap berangkat ke tempat Sang Tamu itu diberangkatkan ke Aceh saja karena sponsornya sudah ada dan mumpung mereka sedang semangat-semangatnya. Kalau hanya menunggu panggilan dari Sang Tamu yang tidak diketahui kapan akan dipanggil, dikhawatirkan semangat mereka akan mengendur dan boleh jadi kami sedang kesulitan dana ketika ada panggilan.

Saya lalu menyampaikan hal ini pada Sang Tamu dan setelah berdiskusi panjang, akhirnya Sang Tamu menyetujui usulan Sang Senior dengan catatan bila terjadi apa-apa dengan mereka terkait pelatihan Aceh itu, kami berdua berlepas diri dari konsekwensi yang harus ditanggung.

Selain itu Sang Tamu juga menyampaikan bahwa setelah ini kami tidak akan melibatkan Sang Senior lagi untuk urusan perekrutan dan penggalangan dana. Sebagai gantinya saya diminta untuk bersiap jika sewaktu-waktu saya disuruh mendatangi seseorang untuk memverifikasi dan memberangkatkannya jika semuanya telah siap. Adapun mengenai siapa yang akan saya datangi itu dia yang menentukan berdasarkan masukan orang-orang yang sudah bersamanya saat itu.

Di akhir tahun 2009 saya mendapat laporan dari Sang Senior bahwa ia telah memberangkatkan 5-6 orang untuk mengikuti pelatihan di Aceh. Selain itu dia membawa sebuah informasi bahwa ada banyak senjata yang dijual berikut pelurunya yang merupakan bagian dari logistik pelatihan yang akan dikirim ke Aceh. Jika Sang Tamu berminat membeli barang begituan agar segera menyiapkan uangnya, dia siap membantu membelikannya. Mumpung barangnya ada dan ada tawaran dari yang mengurusi logistik persenjataan.

Ketika saya sampaikan hal ini kepada Sang Tamu, dia langsung menyatakan tertarik dan segera akan menyiapkan uangnya. Saya diminta menanyakan harga sepucuk pistol FN berikut 150 butir pelurunya. Setelah dapat info harganya, seminggu kemudian uang telah tersedia dan langsung saya berikan kepada Sang Senior untuk dibelikan senjata sesuai order dari Sang Tamu.

Dua minggu kemudian Sang Senior mengabarkan bahwa barangnya sudah siap tinggal ambil dan dia butuh tambahan dana untuk ongkos pengambilan. Saya langsung memberitahukan kepada Sang Tamu dan ia pun segera mengatur jadwal untuk bertemu saya guna mengambil paket senjata itu. Setelah dapat jadwalnya, saya kemudian memberitahu Sang Senior kapan waktu pengambilannya dan teknis serah terimanya dengan saya nanti.

(Bersambung, In sya Allah)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

3 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like