Maksud Hati Mencari Nafkah, Apa Daya ku Dapat Cinta

By

Dapat Jodoh saat bekerja di tempat yang sama? Kalau itu karena cinlok (Cinta Lokasi) itu sih biasa. Kali ini, ada yang dapat jodoh saat bekerja tapi beda lokasi. Gimana itu?

Ini cerita asli dari Mba Etee (Nama Gaul). Mba Etee mendapatkan jodohnya saat ia bekerja. Pekerjaannya adalah menjadi pahlawan devisa Indonesia di Singapura sedangkan pasangannya ada di Bandung. Mereka bertemu melalui media sosial.

Awalnya Mba Etee pergi ke Singapura karena ingin move on karena kecewa atas kegagalan pernikahan pertamanya. “Saya pasrah aja berangkat. Nasib saya gimana di luar negeri itu urusan nanti” Kata Mba Etee bercerita kepada tim ruangobrol.id di KBRI Singapura (26/6). Bahkan Mba Etee tidak mengambil surat cerainya selama bertahun-tahun karena trauma. “Saya memang gak niat nikah lagi.” Ujar Mba Etee.

Namun, manusia bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Tiga tahun setelah bercerai, ia bertemu dengan seorang laki-laki di Media Sosial pada tahun 2009. Perkenalan tersebut membawa hubungan pertemanan yang semakin hari semakin dekat. Mereka kemudian bertemu pada tahun 2011 di Batam.

Takdir memang tak bisa ditentang, mereka kemudian saling jatuh cinta hingga sang Lelaki mengajukan lamaran kepadanya. “Waktu itu aku mikirnya menghargai niat suami. Jadi sebelum nikah, aku suruh ke rumah keluargaku dulu di Indonesia gitu. Ternyata malah keluarga yang lebih tahu duluan dan ngerasa nyaman” Ceritanya.

Pertemuan sang Lelaki dengan keluarga membawa mereka ke tahap yang lebih maju lagi. Mba Etee kemudian mengurus surat cerainya, “Aku sampai diomelin petugas Pengadilan Agama, karena surat cerai 8 tahun baru ambil.” kenangnya sambil tertawa. Saat itu bahkan kantor Pengadilan Agamanya pun sudah pindah dari lokasi sebelumnya. Setelah itu selesai, ia menikah dengan sang Pujaan Hati pada tahun 2014.

Mba Etee pun mengungkapkan bahwa ia bersyukur karena menjadi Pekerja Migran membuatnya lebih tegar. “Kadang mikirnya gini , ah kalo emang gak jodoh, apa yang terjadi udah deh terima aja. Toh yang pertama itu udah menyakitkan, tapi memang biasanya untuk kedua gak sesakit pertama. Mungkin karena lingkungan disini kali ya mba jadi aku lebih tegar.”.

Pasca menikah, Ketua HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) ini menjalani hubungan jarak jauh dengan suaminya saat ini. “Ada rencana untuk kembali, tapi nantilah, kita udah rencanakan” jawab Etee ketika ditanya rencananya ke depan.

Bagi Etee, media sosial adalah pelantara dipertemukan dengan jodohnya. Selain Etee, banyak Pekerja Migran yang berhasil bertemu jodoh di Media Sosial. Namun, tak jarang juga Pekerja Migran yang harus gagal, tertipu bahkan mendapatkan kerugian finansial karena pasangan dari online dating. Pasangan online ini sering kali menjadi pilihan bagi pekerja migran dalam mencari jodoh karena pekerjaan mereka menjadi pekerja migran tidak memungkinkan untuk mereka bertemu secara langsung. Hal ini diakui beberapa pekerja migran saat Launching Film Pengantin misalnya, 80% pekerja migran pernah terlibat dalam online dating. Sebagian dari mereka berhasil, tidak sedikit juga yang memiliki kegagalan.

Selanjutnya, Etee memberikan saran agar untuk sukses dalam online dating, tidak cukup hanya dengan mengetahui media sosial. “”Belajar agama, kembali kepada takdir dan support dari banyak teman dan keluarga yang tahu kondisi aku” ujarnya. Hal ini karena keterlibatan orang sekitar juga penting dalam menilai pasangan online-nya itu sehingga diharapkan keputusan yang diambil tidak serta merta karena keinginan semata, namun juga keberlangsungan masa depan kelak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like