Negara Jargon

By

Indonesia merupakan negara para jiwa kreatif dan penuh keberuntungan. Setiap warganya memiliki bakat untuk menjadi terkenal dan kaya sekejap. Kalau Aladin perlu lampu ajaib untuk mencapai itu, orang Indonesia gak perlu alat apapun. Bawaan orok!

Gak percaya? Beberapa waktu lalu, DJ kenamaan yang namanya sudah mendunia memposting “Masuuk Pak Eko” di halaman instagramnya. Istilah ini belum tentu bisa diterjemahkan secara benar dalam bahasa inggris bahkan. Tapi apa-apaan Marshmallow nulis tulisan begituan tak berpaedah. Coba gimana itu timnya nerjemahin istilah itu, “Let Mr. Eko enter”, Please enter, Mr. Eko”, “Mr. Eko is entering” atau mungkin lebih tepatnya “Your pitch is on target, Mr. Eko”. Pemaknaan ini jelas tidak bisa diartikan lewat google translate yang tertuli, “enter, Pak Eko”. Apanya coba yang masuk?

Sebelum istilah ini, ada juga istilah “Om Telolet Om”. DJ Chainsmoker mempertanyakan istilah tersebut. Lagi-lagi, itu tidak bisa diartikan ke dalam bahasa inggris. Istilah asli Indonesia yang menambah khazanah bahasa Indonesia. Pantura telah memberikan kontribusi bagi perkembangan Bahasa Indonesia saat ini. Terharu boy!

Kita harus bangga pada kreativitas yang diiringi dengan aji mumpung setiap warga bangsa ini. Mungkin Gajah Mada dan para raja terdahulu Indonesia telah berdoa bagi bangsa ini menjadi bangsa yang jaya. Jaya dulu aja di bidang Jargon, bidang ekonominya menyusul.

Kreativitas dan keberuntungan ini juga mungkin membawa Pak Jokowi yang hanya tukang kayu jadi Presiden. Setara ama Obama yang dulunya anak menteng yang doyan nasi goreng. Obama bisa jadi presiden karena tertular keberuntunga di Indonesia. Beberapa tahun di Indonesia aja, Obama bisa dua periode jadi Presiden Amerika. Kalau lebih lama lagi, bukan hanya Amerika yang ia pimpin, tapi juga Amerina, Ameresa, Ameriza, Amerima, dan Ame-ame lainnya.

Ada hal yang kadang kala sepele, terlihat kecil namun kemudian berpotensi besar. Ketika kita merendahkan sesuatu bukanlah berarti meninggikan posisi kita, karena kita tidak tahu esok hari sesuatu rendahan tersebut akan jadi apa. Bangsa ini terlalu besar untuk dianggap kecil. Merdeka!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

5 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like