Taekwondoin Semarang Tanding Kejurnas di Bali

By

 

Sebanyak 20 atlet Taekwondo dari Dojang Great Taekwondo Community (GTC) Banyumanik Semarang berangkat ke Bali untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro), Rabu (5/9/2018). Kejurnas ini diselenggarakan 7 – 8 September 2018.

Kontingen atlet itu dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Agus Riyanto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Semarang, Gurun Risyad Moko, termasuk Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera.

Para atlet itu dengan biaya mandiri akan bertarung memperebutkan medali di Bali. Mereka ini akan berjuang mengharumkan nama Kota Semarang di sana, mengikuti 23 kategori kejuaraan. Mereka masih bersekolah dari SD hingga SMA.

Para atlet dalam kontingen itu, masing-masing; Davian Mulya Setyawan, Kian Yuska Habibi Darmawan, Ezra Hann Radityatama, Bertram Edria Arkana, Muhammad Mirza Suprayitno, Afdea Jaya Kusuma M, M. Farras Geysar Sultani, Muhammad Iqbal Khaerullah, Ibrahim Maulana Pasthyka Alamsyah, Jason Fidel Habisuhon RGG, Afita Ardian Kusnanda, M Zidan Fahmi Muttaqin, Alfendro Rizqian Anindito, Sevendylon Borna Immanuel RGG, Belinda Ayu Widia Putri, Jagur Ganesha Setiaki, , Ghani Ayang Arjuna, Ilham Fadil Revolvero, Najwa Alya Putri Rahmadhani dan Gayatri Shalsabila Widia Putri.

Nama terakhir ini, yakni Gayatri Shalsabila alias Chacha, adalah penyabet medali emas di kategori Kyorugi alias bertarung kelas female below 29kg usia 12-14 tahun di  turnamen CK12th Classic International Open Taekwondo Championship yang digelar di Stadion Malawati, Shah Alam, Selangor, Malaysia  24 hingga 26 Agustus 2018 lalu. Chacha ini tercatat sebagai siswi SMP N 02 Kota Semarang kelas 7G.

Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, antusias menyambut kontingen atlet itu di komplek Pemkot Semarang. Agus menyebut, secara umum olahraga dan prestasi adalah salah satu penyemangat dalam perjalanan karir.

“Kita jaga sportivitas. Dalam olahraga yang penting senang dulu, jangan berpikiran takut, khawatir, sedih, takut kalah. Enjoy saja sebelum bertanding,” ungkap Agus di depan para kontingen atlet ini.

Dia juga sangat mengapresiasi tekad kuat para atlet, apalagi mereka berangkat dengan biaya sendiri untuk berlaga di Bali.

“Mudah-mudahan dapat prestasi terbaik, dapat emas semua,” lanjutnya.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera, mengatakan diterimanya kontingen atlet oleh Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini diwakili Sekda dan Kadispora, memberi dampak positif.

“Diberi motivasi sehingga mereka terpacu untuk kembangkan bakatnya. Bukan hanya bidang olahraga, tapi juga bidang-bidang lain sehingga masa depan Indonesia ini ke depan jadi lebih baik,” ungkap Yosep.

Kehadiran Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, kata Yosep, juga untuk membantu dan memberikan dorongan kepada sesama masyarakat yang membutuhkan. Menurut dia, kehadiran masyarakat membantu sesama akan memberikan dampak yang luar biasa positif untuk kehidupan berbangsa.

“Mereka berangkat dengan biaya sendiri untuk kibarkan sang saka Merah Putih di Malaysia. Ini yang luar biasa. Kalau mereka berani seperti itu berarti pemimpin di Semarang sudah sangat hebat. Sehingga motivasinya kepada anak-anak SD, SMP, dan SMA ini mereka mau berangkat sendiri tanpa minta apapun,” lanjut Yosep.

Pelatih di Dojang GTC Banyumanik, Sabeum Rahmat, mengatakan anak didiknya akan bertarung di 20 kategori Kyorugi dan 3 Poomsae.

“Kita di Bali target juara umum,” kata dia.

Sementara itu, Gayatri Shalsabila alias Chacha ini bercerita pengalamannya bisa menyabet emas di Malaysia. Dia menyebut di Malaysia mendapat lawan berat dari atlet China Taipei.

“Mainnya bagus, serangannya kepala. Saya harus bisa melawannya dengan blok, menyerang dan mengejar. Ronde pertama saya ketinggalan 12 poin. Pada ronde kedua saya mengejar 10 detik terakhir, saya poinnya 41 yang dari China Taipei 40, sampai pertandingan terakhir poinnya 45 dan 44,” kata Chacha bangga.

Berbekal pengalaman itu dan latihan rutin, Chacha optimis bisa membawa pulang medali di turnamen di Bali ini.

“Target dapat emas lagi, karena di Malaysia sudah bisa dapat emas, jadi di Bali juga harus bisa. Saya nurut dengan perkataan sabeum atau pelatih, percaya diri bahwa aku bisa. Itu yang mengantarkan saya jadi juara,” tutupnya.  

Kontingen atlet taekwondo dari Dojang GTC Banyumanik berfoto bersama Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto, pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera didampingi para pelatih di Komplek Balai Kota Semarang, Rabu (5/9/2018) pagi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

thirteen + thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like