Olahraga Antek Asing Aneh di Asian Games

By

Judulnya aja udah nyinyir banget kan? Ini serius gengs!

Beberapa media memberitakan mengenai olahraga aneh yang dipertandikan pada ajang Asian Games. Tiga diantaranya adalah Kurash, Kabaddi dan Rugby. Namun Rugby terpaksa saya harus eliminasi karena itu tidak aneh buat orang Amerika. Jadi karena Indonesia disebut sebagai Antek Amerika, seharusnya tak perlu heran. Kalau Kurash dan Kabaddi kan asal Uzbekistan dan India, Indonesia bukan antek Uzbekistan dan India, jadi wajar heran.

Kurash merupakan olahraga seperti sumo, lomba menjatuhkan lawan. Namun peraturannya berbeda. Uzbekistan mengajukan olahraga ini sejak berasian games-asian games yang lalu. Negara dengan populasi cowok ganteng yang melimpah memilih untuk mengajukan olahraga aneh dibanding lomba nyalon atau cukur jenggot atau mungkin lomba cari jodoh. Eaaaaa

Sedangkan Kabaddi, lebih mirip dengan permainan Galaxin atau benteng sodor. Anak 90an dan yang lebih tua pasti mengerti permainan ini. Padahal main kucing jongkok atau adu main tali juga tidak kalah lelahnya. Tetap butuh strategi kapan diri kapan jongkok atau kapan locat dan kapan berpijak.

Indonesia kaya akan permainan dan olahraga. Nyaris setiap daerah memiliki permainan dan olahraga yang unik. Lompat Batu dari Nias, misalnya yang menjadi khas dari pulau di Provinsi Aceh tersebut. Jika di Olimpiade sekalipun lompatan tertinggi menggunakan galah, sedangkan Nias, tanpa alat apapun. Gak jauh beda kaya main karet sekepala (lompat Tali).

Apapun bentuk permainan olahraga eh olahraga permainan (eh apalah itu), olahraga selalu berhasil menyatukan banyak pihak. Asian Games menjadi pemersatu negara Asia yang sering kali dianggap kumpulan negara berkembang. Namun dibalik anggapan itu, Asian Games membuktikan keragaman budaya, permainan (meski aneh), karya dan kekayaan tradisi. Panggung megah Asian Games juga menjadi bukti bahwa Indonesia yang disebut negara dunia ketiga, mampu membuat opening ceremony sekelas Olimpiade Inggris.

Keanehan permainan merupakan ciri keragaman. Keragaman yang hadir karena perbedaan di ras, suku, agama, budaya dan cipta. Asian Games menyuguhkan cerita bahwa perbedaan hadir agar hidup lebih berwarna.

Nyambung gak sih?

Sumber gambar : http://www.theshillongtimes.com/2018/06/22/argentina-learning-to-embrace-kabaddi-and-how-its-played-without-a-ball/

Leave a Comment

Your email address will not be published.

20 − 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like