Tanding di Malaysia, Taekwondoin Jateng Sabet 7 Medali

By

Membanggakan!

Kontingen atlet Taekwondo asal Semarang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di negeri Jiran Malaysia. Mereka berhasil menyabet total 7 medali di turnamen CK12th Classic International Open Taekwondo Championship yang digelar di Stadion Malawati, Shah Alam, Selangor, Malaysia  24 hingga 26 Agustus 2018.  Mereka semua masih anak-anak.

Ada medali emas, perak maupun perunggu yang diraih. Anak-anak ini berhasil membuat Indonesia Raya bergema di negara tetangga. Turnamen Taekwondo internasional itu diikuti oleh 24 negara.

Mereka yang dikirim tanding di Malaysia itu totalnya 11 atlet Taekwondo. Mereka dari Dojang Great Taekwondo Community (GTC) Banyumanik Semarang, yang menyabet medali, semuanya perempuan.

Atlet yang berhasil menyabet medali emas bernama Gayatri Shalsabilla Widia Putri alias Chacha, siswi SMP N 02 Semarang kelas 7G di kyorugi alias bertarung, female below 29 kg usia 12 – 14 tahun.

Yang meraih medali perak, di kelas Kyorugi Junior (14-17th) female under 44 kg atas nama Belinda Ayu Widia Putri, siswi SMA N 4 Semarang kelas X 9.

Di medali perak juga ada yang disabet beregu, yakni di kelas Poomsae alias rangkaian jurus, female group 11 – 13 tahun, masing-masing; Najwa Alya Putri Ramadhani siswi SMP N 21 Semarang kelas 7A, Gayatri Shalsabilla Widia Putri siswi SMP N 2 Semarang kelas 7G dan Hilza Aidasyifara siswi SDIT Assalamah Ungaran Kabupaten Semarang.

Medali perak di kelas Kyorugi Junior Female 14  – 17 tahun Under 52 kg disabet Afita Ardian Kusnanda siswi SMP N 1 kelas 9 E Ungaran, Kabupaten Semarang.

Sementara untuk medali perunggu, ada di kelas Poomsae Individual Female 11 – 13 tahun disabet Najwa Alya Putri Ramadhani, Poomsae Individual Female 9 – 11 tahun disabet Hilza Aidayifara siswi SDIT Assalamah Kelas VI Ibnu Kholdun, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Medali perunggu juga disabet Afita Ardian Kusnanda siswi SMP N 1 Ungaran kelas 9 E, di kelas Kyorugi 12 – `14 th Female Under 51 kg.

Prestasi yang diraih ini membanggakan semuanya. Apalagi mereka ini berangkat dengan biaya sendiri, alias swadaya. Maklum, mereka bertanding di kancah internasional karena utusan klub di bawah Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro, jadi tidak ada bantuan finansial dari negara. Meskipun, mereka juga berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Para atlet ini sudah kembali ke Semarang secara bertahap. Pada Selasa (28/8/2018) dini hari hingga pagi, mereka tiba di Stasiun Poncol, Kota Semarang, menggunakan kereta ekonomi dari Jakarta.

Pelatih mereka, Sabeum Tri Agung, mengakui para atlet putra yang dikirimnya memang belum bisa menyumbang medali. Rata-rata terhenti di perempat final. Misalnya; Ayang yang main di Junior Male Under 48 kg, kalah dari atlet Malaysia. Moh Fayis kalah dari Farrentino Bayang Juara Japan Open 2018. Bertram Edria Arkana kalah dari atlet China yang akhirnya raih emas di kelas under 24 kg putra.

Kelas ini menjadi salah satu kelas favorit karena diikuti lebih dari 30 atlet. Dia menyebut, atletnya yang lain yakni M. Farras, M. Zidan dan Ibrahim juga bermain cukup bagus, sayangnya mereka tak mampu melewati perempat final.

“Semua atlet yang berlaga, menang atau kalah, telah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dan mampu mengukur bahwa kita, Indonesia, kita Semarang, mampu bersaing di kancah internasional,” kata Sabeum Tri Agung kepada ruangobrol.id via percakapan WhatsApp, Selasa (28/8/2018) siang.

Dia berharap, prestasi dan keswadayaan ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pelatih lainnya, Sabeum Rahmat, mengatakan hasil ini sangat memuaskan.

“Ini pengalaman pertama mereka bertanding di kancah internasional,” ungkap Sabeum Rahmat saat ditemui di Stasiun Semarang Poncol Selasa pagi.

Salah satu Taekwondoin yang meraih medali, Najwa Aliya Putri, mengakui persaingan di kancah internasional itu lebih berat.

“Tapi seneng, bisa ketemu lawan baru, ketemu yang lain (dari negara lain),” kata Najwa sambil malu-malu.

 

FOTO EKA SETIAWAN

Najwa dan Afita, Taekwondoin asal Semarang dari Great Taekwondo Community (GTC) Banyumanik Semarang, menunjukkan medali mereka selepas tanding di Malaysia, ketika ditemui di Stasiun Semarang Poncol, Selasa (28/8/2018) pagi.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like