Serial Angin Bercerita : Petani yang Panen Setiap Hari

By

Seorang pengusaha muda sedang menikmati udara segar pegunungan dalam perjalanan touring solo menggunakan skuter matic kesayangannya menjelajahi alam pegunungan yang sangat disukainya. Hampir setiap akhir pekan ia melakukan touring ke daerah-daerah di sekitar kota tempat tinggalnya untuk mencari kesenangan sambil mencari inspirasi.
Ketika melewati sebuah persawahan, tiba-tiba motornya mengalami gangguan sehingga ia harus menepikan motornya. Ia kemudian menuntun motornya menuju sebuah pohon rindang yang tak jauh dari tempat ia berhenti. Setelah memarkirkan motornya di tempat yang teduh, kemudian ia mulai memeriksa kondisi motornya.
Beberapa saat kemudian ia telah menemukan masalahnya. Dan untuk membetulkannya dia memerlukan sebuah tang dan obeng. Sialnya kotak kecil berisi peralatan perbaikan darurat yang biasanya selalu ada di bagasi motor hari itu tidak ia bawa. Mau dibawa ke bengkel ia tak tahu kemana arah bengkel terdekat dan seberapa jauh bengkelnya. Mencoba mencari tahu lewat aplikasi gadget ternyata tidak ada sinyal internet untuk operator seluler yang digunakannya.
Di tengah kebingungannya, seorang bapak petani yang sedang mengawasi proses pengolahan tanahnya menggunakan jasa traktor mesin berjalan menghampirinya. Dari kejauhan bapak petani itu sepertinya tahu ada seseorang yang sedang dilanda masalah dengan motornya.
“ Kenapa motornya mas ?”, tanya bapak petani itu dengan ramah ketika sudah dekat.
Sambil tersenyum si pengusaha muda itu menjawab, “ Oh, ini pak ada sedikit masalah. Masalahnya ringan sih, Cuma untuk membetulkannya saya butuh tang dan obeng dan saya lupa tidak membawanya”.
“ Bapak tahu ke arah mana bengkel terdekat ?”, tanya si pengusaha muda.
“ Oh, kalau cuma butuh tang dan obeng, saya bisa pinjamkan ke operator traktor itu. Dia selalu membawanya karena merupakan peralatan wajib untuk menunjang pengoperasian mesin traktor. Tunggu sebentar ya”, jawab bapak petani seraya beranjak meninggalkan si pengusaha muda.
Tak lama kemudian bapak petani itu kembali dengan membawa sebuah tang dan obeng di tangan. Si pengusaha muda itu lalu sibuk membetulkan motornya ditunggui bapak petani. Bapak petani itu tampak terkesan dengan si pengusaha muda yang terlihat cukup terampil membetulkan motornya. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk membetulkan kerusakan pada motor itu.
Selesai membetulkan motor, bapak petani itu menawari si pengusaha muda untuk minum dan mencicipi singkong rebus di dangau miliknya yang ada di tengah sawah. Setelah mengunci motornya dan menyambar tas ranselnya, si pengusaha muda itu pun mengikuti bapak petani melangkah menuju sebuah dangau.
“ Bagaimana hasil panen yang terakhir pak ?”, tanya si pengusaha muda membuka obrolan sambil menikmati singkong rebus.
“ Alhamdulillah, cukup mas”, jawab bapak petani singkat.
“ Kalau gagal panen atau hasilnya kurang karena serangan hama atau gangguan cuaca, bagaimana bapak mengatasinya ?”, tanya si pengusaha muda lagi.
“ Disyukuri aja mas, dan habis itu ya menanam lagi. Sudah pekerjaan kami. Ketika gagal panen memang dari sisi materi kami rugi, tetapi kami tetap puas karena kami panen di sisi yang lain”.
“ Panen di sisi yang lain ? Apa itu pak ?”, tanya si pengusaha muda penasaran.
“ Panen pahala di sisi Tuhan. Karena semua itu adalah ujian bagi kami sebagai hambaNya yang bekerja sebagai petani. Kami yakin usaha kami ada balasannya di sisi Tuhan, dan kami mencintai pekerjaan kami ini. Kami melakukan pekerjaan menanam sumber makanan bagi umat manusia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga di sisi Tuhan kami bisa memanen pahala setiap hari”, tutur bapak petani.
Si pengusaha muda itu tersenyum lebar dan terlihat sumringah mendengar penuturan bapak petani. Ia seperti mendapat sebuah pencerahan baru. Setelah menghabiskan beberapa potong singkong rebus, si pengusaha muda itu pun pamit untuk melanjutkan perjalanannya. Sebelum pergi ia memberikan sebuah bingkisan berisi kain sarung dan uang lima ratus ribu kepada bapak petani itu sebagai tanda terimakasih darinya.
Si pengusaha muda itu memang suka memberikan hadiah bagi orang-orang yang baru ditemuinya yang menurutnya memberinya sebuah inspirasi. Dan ia selalu membawa beberapa bingkisan dalam tas ranselnya ketika sedang melakukan touring.

Source Image : http://blog.muchlas.web.id/wp-content/uploads/2015/05/siluet-petani-900-wm-700×329.jpg

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

%d bloggers like this: