Haruskah Ku Viral?

By

Masih ingat Shinta-Jojo Keong Racun? Kalau gak coba searching sekarang. Oke, kita cari contoh yang lebih aptudet yaitu tentang Fitri, seorang anak satpam yang baru saja jadi sarjana. Contoh lain, video yang masih viral misalnya adalah seorang anak yang berlogat betawi kental berkata, “Diem-diem bae, ngopi apa ngopi”.  Masih banyak contoh lainnya.

Sekarang, hal yang lucu bisa jadi viral dalam waktu secepat kilat. Pak Jokowi pakai sarung bisa tersebar dalam waktu hitungan detik. Seketika hal itu menjadi booming lebih dari berita Pria Paruh Baya yang ditemukan meninggal di Parit. Padahal banyak bapak-bapak pake sarung saat pergi Sholat Jumat. Namun, Pak Jokowi yang merupakan presiden dan turun dari pesawat pakai sarung itu adalah hal yang baru meskipun presiden lain bisa juga sebenarnya sarungan juga di pesawat. Siapa yang tahu?

Sejak saat itu, banyak orang tak ragu pakai sarung kemana-mana. Santri pun makin bangga memakai sarung ke mall, “Jokowi juga pake sarung kok” kata si Adik. Adiknya siapa? Adik sayalah, adik saya juga kan santri. Belum lagi jaket bombernya yang tiba-tiba laku keras di berbagai online shop. Sungguh mulia hati Pak Jokowi telah memakmurkan online shop di Indonesia.

Sumber : tokopedia.com

Lain halnya dengan bocah ngopi apa ngopi . Sampai sekarang bocah tersebut belum diketahui identitasnya oleh wartawan terhebat sekalipun. Jika dulu ketika booming lagu Jauh Kau Pergi – Gaby , banyak orang mengaku sebagai Gaby. Tapi tahukah kamu, bocah ini sangat jauh lebih mulia dari Pak Jokowi? Betapa rendah hatinya bocah itu ketika videonya viral tak lantas mengakui di infotaiment tanah air bahwa dirinya sosok ngopi apa ngopi. Sang Bocah juga tak membuat ia jadi artis mendadak lalu masuk acara reality show dan lambe tur*h.

Dalam perkembangan sosial media yang semakin pesat, konten viral ini seakan menjadi primadona. Semua orang berlomba-lomba untuk viral, mendapat banyak likes, komentar bahkan dihujat khususnya di Indonesia. Bentuknya bisa berupa foto, video, tulisan bahkan ketidaksengajaan. Mereka yang berhasil viral seolah-olah mendapat durian runtuh, bahkan seperti pahala masuk surga.

Viral. Istilah bahasa inggris yang sampai saat ini belum ada arti resmi dalam bahasa Indonesia, tapi semua orang memahaminya. Tak jarang kita menemukan konten yang diakhiri kata tersebut, “viralkan!” katanya. Bahkan ada juga konten yang kasih ancaman, “Jika tidak dibagikan maka Anda akan ..”. Malapetaka itu ternyata bukan hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya, guys.

Sebelumnya, mari kita pahami kata viral itu sendiri. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) belum menyediakan pengertian untuk bahasa ini. Namun apabila kita cek di google translate, ada dua pengertian kata Viral dalam kategori adjektiva dan satu pengertian nomina. Berat banget kan? Mari kita tengok dulu.

Viral berarti virus. Pengertian lainnya dalam adjektiva adalah hal yang berkaitan atau melibatkan gambar, video, informasi, dan lain-lain yang disirkulasikan dengan cepat dan luas dari satu pengguna internet ke yang lain. Pengertian ini mungkin berkaitan juga dengan sifat virus itu sendiri yang cepat menyebar secara maya dan tak tampak namun memiliki dampak yang luas. Mungkin lho ya.

Namun, tetap saja konten viral ini didambakan pengguna sosial media. Fenomena keinginan viral berjamaah ini melahirkan industri manajemen konten viral. Konten yang awalnya independen menjadi dikelola dengan baik sehingga lebih sustainable. Setidaknya ada tiga industri yang menjadi manajemen konten ini yaitu IVG, AVENU dan Famous.id. Manajemen ini bertujuan membuat konten yang viral lebih berfaedah.

Seandainya boleh sok tahu dalam hal ini, maka konten viral didasari oleh beberapa hal yaitu simple, gagasan/sesuatu yang baru dan sesuatu yang jarang terjadi. Dampak baiknya banyak orang akan menjadi inovatif dan kreatif.Tapi juga bukan tidak mungkin banyak orang akan berlomba-lomba menjadi orang ‘aneh’.

Maka, apabila anda hendak viral, siapkan diri Anda lahir batin.

 

Sumber Foto : http://jambi.tribunnews.com/2017/01/08/foto-jokowi-turun-dari-pesawat-pakai-jas-tapi-sarungan-jadi-viral-begini-komentarnya

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like