Sushi ‘Antek’ Jepang di Indonesia

By

Sushi adalah sejenis makanan dari Jepang yang berisi nasi pulen campur ketan dikit, dilengkapi rumput laut sama isi-isian kaya timun-timunan. Isinya ada yang mateng ada yang mentah. Yaaa gak jauh beda ama lemper sebenernya.

Banyak orang percaya sushi itu menyehatkan terutama sama ikan mentahnya. Salmon dan Tuna jadi idaman seakan paling bergizi di dunia. Tapi sebenarnya, ikan kembung balado di rumah makan padang punya kandungan gizi lebih banyak dari salmon dan tuna. Ini menurut penelitian, seriusan!

Selain itu, orang Jepang yang banyak inovasi juga jadi salah satu dorongan penting untuk makan sushi. Kalau pengen pinter, makannya ikan dan sushi kaya orang jepang katanya. Padahal dari zaman nenek moyang, Indonesia jauh lebih inovatif. Spaghetti asal Italia, tapi orang Indonesia bikin inovasi baru maka jadilah mie ayam. Kerupuk yang renyah bisa jadi seblak super mantap. Itu juga inovasi. Coba kita tanya tukang seblak dan mie ayam, apa mereka makan sushi dan salmon? Gak juga, lebih karena trah inovasi kreatif orang indonesia.

Kalau seandainya kita pahami bersama, Sushi hanyalah Antek Jepang, sang negara Romusha di Indonesia. Makanan sushi menjadi alat diplomasi modern bagi Jepang untuk menyebarkan nilai dan budaya. Iyalah budaya Jepang. Toh restoran Sushi gayanya gaya Jepang, meskipun gordennya agak mirip warteg kalau bulan puasa.

Restoran sushi pertama kali didirikan pada 1969 di Jakarta, namanya Restoran Kikugawa. Restoran itu didirikan sama mantan tentara Jepang yang memilih menetap di Indonesia, namanya Kikuchi Surutake. Restoran tersebut laku dari awal dan masih bertahan ampe sekarang di Cikini.

Padahal dulu Indonesia dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun. Tapi keberadaan sushi tidak membuat Indonesia merasa dijajah oleh Jepang. Ini menandakan dari Sushi, perdamaian itu tercipta dan menghapus dendam penjajahan masa lalu.

Setidaknya dari Sushi kita belajar memaafkan masa lalu. Bahkan memaafkan sambil menikmati makanan Jepang lainnya seperti takoyaki, okonomiyaki, mie ramen, hoka-hoka bento dan lain-lain. Semakin kita mengkotak-kotakan diri dan menyimpan dendam, maka semakin sulit kita makan enak.

Begitulah ..

Kalau menurut pemirsa, makanan apa yang jadi ‘agen’ perdamaian?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like